Jokowi Minta Warga Berdamai dengan Virus Corona, JK: Istilah Damai Kurang Pas

Jusuf Kalla mengkritik ajakan Presiden Joko Widodo (Jokowi) agar masyarakat bisa berdamai dengan Covid-19.

(Kompas.com/Kristian Erdianto)
Wakil Presiden Jusuf Kalla dan Mufidah Kalla, saat melayat Faridah Nasution, Istri dari Mantam Menteri Pendayagunaan BUMN Tanri Abeng di rumah duka, Jalan Simprug Golf XII, Jakarta Selatan, Sabtu (17/12/2016). 

TRIBUNPAPUA.COM - Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI), Jusuf Kalla menanggapi terkait penanganan Virus Corona di Indonesia.

Pertama, Jusuf Kalla mengkritik ajakan Presiden Joko Widodo (Jokowi) agar masyarakat bisa berdamai dengan Covid-19.

Dikutip Tribunnews.com dari Kompas.com, Jusuf Kalla mengatakan, istilah 'berdamai' baru bisa dilakukan apabila kedua belah pihak sama-sama menginginkan perbaikan.

"Berdamai itu kalau dua-duanya ingin berdamai, kalau kita hanya ingin damai tapi virusnya enggak bagaimana? kata Yusuf Kalla.

Sembako Covid-19 dari 20 Kg Disunat Jadi 1 Kg, DPRD Sumut Nyaris Baku Hantam dengan Petugas

Presiden Joko Widodo
Presiden Joko Widodo (Dokumentasi Biro Pers Sekretariat Presiden)

Menurut Jusuf Kalla, ajakan untuk berdamai cukup kontras dengan sifat Virus Corona itu sendiri.

Jika dilihat dari keganasan Virus Corona, lanjut Jusuf Kalla, semestinya tidak bisa untuk diajak damai.

Ditambah lagi, Virus Corona tidak memilih siapa yang akan menjadi korbannya.

Lantaran hal itu, Jusuf Kalla menilai, bahwa istilah berdamai kurang tepat ketika terjadi pandemi Covid-19.

"Jadi istilah damai agak kurang pas karena damai itu harus kedua belah pihak," ungkap Jusuf Kalla.

Jusuf Kalla berasumsi ajakan berdamai tersebut sebagai dorongan agar masyarakat disiplin menerapkan protokol kesehatan.

Halaman
123
Editor: Roifah Dzatu Azmah
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved