Virus Corona

Tunggu Hasil Swab, Pria yang Ternyata Positif Corona Nekat Adzan hingga Salat Berjamaah di Masjid

Selama menunggu hasil swab tenggorokannya keluar, kata Rendi, S masih sering ikut shalat berjamaah di masjid.

Grafis Tribunnews.com/Ananda Bayu S
Ilustrasi virus corona 

TRIBUNPAPUA.COM - Warga Dukuh Gebung, Desa Patihan, Kecamatan Sidoharjo, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah sempat dibuat was-was karena ada seorang warga yang hasil rapid test-nya reaktif.

Warga tersebut bernama Suyatno (56).

Suyatno menjalani rapid test karena dari hasil tracing, memiliki riwayat kontak secara tidak langsung dengan dengan salah satu pasien terkonfirmasi positif Virus Corona atau Covid-19 berinisial S.

Pasien positif Corona S tersebut tak lain adalah tetangganya yang saat ini masih dirawat di rumah sakit.

Sebelum dinyatakan positif, S sendiri pernah berkontak dengan pasien positif Corona berinisial C, mertuanya sendiri. 

C juga bagian dari klaster ijtima ulama Gowa mengalami gejala mirip Virus Corona.

"C dibawa ke rumah sakit di Sragen diantarkan sama S. Setelah 12 hari di RSUD Sragen dibawa ke RSUD Dr Moewardi Solo. Tiga hari swab-nya keluar, C hasilnya positif Corona," kata Koordinator Lapangan SAR Poldes Cabang Sidoharjo, Alfyan Rendi Prasetya saat dihubungi Kompas.com, Selasa (19/5/2020).

Setelah dinyatakan positif, petugas melakukan tracing kepada kontak erat C.

Ada 35 orang yang menjalani rapid test termasuk S, yang saat itu mengantarkan ke rumah sakit.

Dari 35 warga yang menjalani rapid test, dua dinyatakan reaktif.Keduanya adalah menantu C,  salah satunya S.

Pasangan Dokter di Surabaya Positif Corona, dr Boedhi Harsono Meninggal Dunia dan sang Istri Kritis

Dia pun menjalani swab tenggorokan.

Selama menunggu hasil swab tenggorokannya keluar, kata Rendi, S masih sering ikut shalat berjamaah di masjid.

Bahkan, S sering mengumandangkan adzan di masjid dengan menggunakan pengeras suara.

"S masih adzan di masjid kurang lebih tiga kali. Setelah itu saya dapat laporan saya tegur. Intinya tetap karantina 14 hari di rumah sampai hasil swab keluar," ungkap Rendi.

Setelah hasil swab keluar dan dinyatakan positif, S kemudian dirawat di rumah sakit.

Petugas juga melakukan pelacakan terhadap warga yang pernah berkontak dengan S.

Dari hasil tracing mengarah kepada Suyatno yang diduga pernah menggunakan pengeras suara yang terakhir digunakan S untuk mengumandangkan adzan.

Suyatno kemudian menjalani rapid test dan hasilnya reaktif.

"Setelah dilakukan tes swab hasilnya keluar dinyatakan negatif. Dan sekarang sedang menjalani karantina mandiri," katanya.

Sembuh dari Covid-19, Seorang Mahasiswi Meninggal 6 Hari Kemudian karena Ginjal

Menurutnya, S sampai hari ini masih dirawat di rumah sakit dan menunggu hasil swab yang terakhir atau ketiga.

Jika hasil swab tenggorokannya yang terakhir negatif, maka S akan diperbolehkan pulang.

Rendi mengimbau warga masyarakat untuk tetap tenang, tidak panik dan tetap waspada.

Masyarakat Desa Patihan juga mulai mengurangi aktivitas pasca-adanya warga yang reaktif rapid test.

"Warga yang hasil rapid testnya reaktif bahwasanya keluarga semua dikarantina 14 hari di rumah masing-masing. Kebutuhan makanan dibantu masyarakat. Jadi, masyarakat gotong royong dipercayakan kepada Poldes untuk membelanjakan kebutuhan sehari-hari dan diberikan kepada warga yang karantina mandiri," ujar Rendi.

(Kompas.com/ Kontributor Solo, Labib Zamani)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Gunakan Pengeras Suara yang Dipakai Pasien Positif Corona, Pria Ini Karantina Mandiri"

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Gunakan Pengeras Suara yang Dipakai Pasien Positif Corona, Pria Ini Karantina Mandiri", https://regional.kompas.com/read/2020/05/20/09451191/gunakan-pengeras-suara-yang-dipakai-pasien-positif-Corona-pria-ini-karantina?page=all#page4.
Penulis : Kontributor Solo, Labib Zamani
Editor : Khairina
Editor: Roifah Dzatu Azmah
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved