Kronologi Kapal WNA Dirampok dan Terdampar di Perairan Tuba, Sempat Terombang-ambil 5 Hari

Dalam perjalan hingga dan sampai di perarairan OKI korban menjadi korban pencurian dengan kekerasan.

Dokumentasi Polda Lampung
Korban Kadeus Nobisqi (pakai masker) warga Australia. Kronologi Kapal Asal Australia Jadi Korban Perompakan hingga Terdampar di Perairan Tuba 

TRIBUNPAPUA.COM - Kapal layar berjenis yacht milik warga Australia bernama Hoopla sempat menuju ke Batam sebelum dirampok.

Kabid Humas Polda Lampung Kombes Pol Zahwani Pandra Arsyad mengatakan korban bernama Kadeus Nobisqi (70) warga Australia mulanya menuju ke Batam menggunakan kapal Hoopla sendirian.

"Kadeus bertolak dari Australia menuju Batam dulu," ungkap Pandra, Rabu 27 Mei 2020.

Lanjutnya, setelah sampai di Batam, Kadeus melanjutkan perjalanan menuju ke Jakarta.

"Diduga ke Jakarta untuk menjual kapalnya," ujar Pandra.

Pandra menuturkan, dalam perjalan hingga dan sampai di perarairan OKI korban menjadi korban pencurian dengan kekerasan.

"Itu tanggal 22 Mei 2020, sekira pukul 24.00 wib," kata Pandra.

5 Fakta Mobil Kapolsek Tabrak Rumah hingga Tewaskan Seorang Nenek dan Balita, Mengaku Halusinasi

Terombang-ambing Selama 5 Hari 

Kapal layar berbendera Australia jadi yang diduga jadi korban perompakan, ternyata sempat terombang-ambing selama lima hari di perairan Tulangbawang, 

Informasi yang dihimpun, kapal layar berjenis yacht bernama Hoopla milik warga negara asing (WNA) Australia menjadi korban perampasan pada Jumat 22 Mei 2020, sekira pukul 24.00 wib.

Halaman
1234
Editor: Roifah Dzatu Azmah
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved