Breaking News:

Virus Corona

Pakar Epidemiologi Tanggapi soal Kemungkinan Mal Dibuka saat New Normal: Harus Ada Aturannya

Wacana new normal atau kenormalan baru dengan maksud membuka ragam sarana publik semakin marak diperbincangkan di tengah kian meluasnya pandemi Corona

CATHERINE LAI / AFP
ILUSTASI pusat pebelanjaan - Warga memborong bahan makan di sebuah supermarket di Singapura karena khawatir terjadi kelangkaan setelah Malaysia mengumumkan penutupan perbatasan untuk mengatasi Virus Corona, 17 Maret 2020. 

Di sisi lain, Pandu menyebutkan masyarakat yang membludak saat mal dibuka beberapa waktu yang lalu adalah akibat ketidakpatuhan terhadap imbauan yang telah dikeluarkan.

Soal Mobil PCR, PDIP Bela Risma dan Minta Khofifah Lebih Bijak Tentukan Prioritas

Oleh sebab itu, perlu adanya kesadaran diri untuk patuh terhadap imbauan dan aturan yang telah dikeluarkan oleh pemangku kebijakan ketika sarana publik termasuk mal nantinya sudah boleh dibuka kembali.

Mengenai prediksi akankah ada peningkatan kurva kasus Covid-19 saat ruang publik dibuka, Pandu menegaskan belum bisa diprediksikan karena belum ada analisis dari periode kasus akhir-akhir ini.

Data masih dikumpulkan hingga per tanggal 30 Mei 2020, baru kemudian dianalisis secara epidemiologis untuk memberikan masukan kepada pemerintah, terkait boleh atau tidaknya ruang publik dibuka seperti biasa secara bertahap saat new normal corona diberlakukan.

(Kompas.com/Ellyvon Pranita)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Mal Mungkin Dibuka Saat New Normal, Ini Tanggapan Ahli

Editor: Roifah Dzatu Azmah
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved