Breaking News:

Virus Corona

IDI Khawatirkan Wacanan Penerapan New Normal di Depok, Ingatkan Kasus di Swedia dan Korea Selatan

Ada kekhawatiran penerapan new normal parsial di Depok berpeluang mengulang outbreak Corona seperti awal Maret.

TRIBUNNEWS/HERUDIN
Petugas melakukan pemeriksaan terhadap pengendara yang melintasi check point pengawasan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di Kalimalang, Jakarta Timur, Selasa (14/4/2020). Polda Metro Jaya telah membuat check point di pintu masuk Jakarta untuk mengawasi PSBB dan akan ditambah seiring pemberlakuan PSBB di Bekasi dan Depok pada Rabu (15/4/2020). 

TRIBUNPAPUA.COM - Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Depok melaporkan bahwa tren penularan Virus Corona dan temuan pasien positif tiap harinya mulai melambat selama beberapa hari ke belakang.

Wali Kota Depok Mohammad Idris juga mulai mengapungkan wacana bakal menerapkan PSBB hanya di level RW atau kelurahan zona merah saja, sembari menyiapkan new normal atau normal baru di luar zona merah jika penularan tak melonjak pada 4 Juni 2020 nanti.

Akan tetapi, Ketua Satuan Tugas Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kota Depok Alif Noeriyanto punya pendapat lain.

Dilihat dari kacamata epidemiologis, keputusan tersebut dinilai dapat berpotensi mengulang peristiwa merebaknya Covid-19 dalam waktu yang bersamaan (outbreak), seperti yang terjadi pada awal Maret 2020.

"Ada, ada (potensi outbreak seperti awal Maret). Jadi sebetulnya kondisi ini api dalam sekam. Kita tidak tahu, apakah memang betul-betul normal atau tidak normal," jelas Alif ketika dihubungi Kompas.com, Selasa (2/6/2020).

"Ini malah kita harus was-was," tambah dia.

 

Ada beberapa alasan yang menjadi dasar kekhawatiran Alif bahwa wacana Pemkot Depok menerapkan kenormalan baru secara parsial kelak berpeluang mengulang outbreak awal Maret.

Pertama, outbreak kemungkinan besar terjadi saat gelombang arus balik para pemudik tiba di Depok.

"Dugaan kami, mereka akan segera mau kembali di minggu ini. Sudah banyak pembicaraan di medsos, orang-orang mau mengecek swab untuk ART yang kembali dari daerah. Itu harus diwaspadai," kata dia.

Warga di Gunungkidul Biarkan Jasad Kakek Berjam-jam karena Takut Kuburkan Jenazah saat Wabah Corona

Kedua, penerapan new normal kerap disusul oleh gelombang kedua penularan Virus Corona, bercermin dari pengalaman beberapa negara maju.

Halaman
12
Editor: Astini Mega Sari
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved