Breaking News:

Sampah Masker Bekas Berserakan di Pantai Hong Kong hingga Hanyut ke Laut

Para pakar lingkungan hidup mengatakan, masker-masker itu semakin menambah limbah plastik yang sudah begitu banyak di perairan Hong Kong.

(AFP/ANTHONY WALLACE)
Foto tertanggal 13 Mei 2020 menunjukkan Gary Stokes pendiri LSM lingkungan hidup Oceans Asia, memegang sampah masker sekali pakai yang berserakan di Discovery Bay di Pulau Lantu yang terpencil di Hong Kong. Selain berserakan di sepanjang garis pantai, beberapa sampah masker sekali pakai juga hanyut ke laut. 

Bahkan sebelum Virus Corona muncul, para penduduk sudah sering memakai masker dalam perjalanan harian, terutama selama musim dingin karena risiko terkena flu.

Lalu adanya penyakit Covid-19 membuat masker kini dipakai di mana-mana.

Meski lokasinya sangat dekat dengan daratan China yang merupakan lokasi pertama ditemukannya Virus Corona, Hong Kong berhasil menangani virus ini dengan mencatatkan 4 kematian dari 1.000 lebih kasus.

Keluarga Bawa Kabur Jenazah PDP Corona dari RS, Kotak Berisi Sampel Swab Pasien Juga Nyaris Dibawa

Sekarang semakin banyak perusahaan yang menawarkan masker pemakaian berulang, dan pemerintah juga telah meluncurkan inisiatif untuk mengirim masker kain yang dapat dicuci ke semua warga.

Akan tetapi masker sekali pakai tetap menjadi pilihan terpopuler di kalangan masyarakat Hong Kong.

"Apa yang dikhawatirkan adalah ketika kita akan mendapati lumba-lumba mati atau lumba-lumba menelan masker yang hanyut ke perutnya," terang Stokes.

"Jelas ini adalah sesuatu berbeda yang masuk ke laut dan bisa dikira makanan."

(Kompas.com/ Aditya Jaya Iswara)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Sampah Masker Berserakan di Pantai Hong Kong, Beberapa Hanyut ke Laut"

Editor: Roifah Dzatu Azmah
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved