Breaking News:

Virus Corona

Ilmuwan Sebut Air Limbah dari Dua Kota di Italia Berisi Jejak Virus Corona sejak Desember 2019

Institut Kesehatan Nasional (ISS) mengatakan air limbah dari Milan dan Turin menunjukkan adanya jejak genetika virus pada 18 Desember 2019.

Editor: Astini Mega Sari
AFP/ANDREAS SOLARO
Para pekerja medis membawa seorang pasien di bawah perawatan intensif ke rumah sakit sementara Columbus Covid 2 yang baru dibangun pada 16 Maret 2020 untuk para pasien coronavirus di Gemelli di Roma. Wabah Virus Corona di Italia Makin Parah, Orang Berusia 80 ke Atas akan Dibiarkan Mati jika Kondisinya Kritis 

TRIBUNPAPUA.COM - Ilmuwan Italia mengatakan air limbah dari dua kota di Italia berisi jejak Virus Corona pada bulan Desember, jauh sebelum kasus pertama terkonfirmasi di negara itu.

Dilansir BBC, Institut Kesehatan Nasional (ISS) mengatakan air limbah dari Milan dan Turin menunjukkan adanya jejak genetika virus pada 18 Desember 2019.

Temuan itu menambah bukti yang juga dihimpun dari negara lain bahwa virus kemungkinan telah beredar jauh lebih awal dari yang diperkirakan.

Pejabat China mengonfirmasi kasus pertama di akhir Desember. Sementara di Italia, kasus pertama dikonfirmasi pada pertengahan Februari.

Namun, pada bulan Mei, ilmuwan Perancis mengatakan sampel yang diuji menunjukkan bahwa pasien yang diduga menderita pneumonia pada 27 Desember di dekat kota Paris sebenarnya mengalami infeksi Virus Corona.

Update Virus Corona di Indonesia 19 Juni: 43.803 Kasus Positif, 17.349 Sembuh, 2.373 Meninggal

Sementara itu, di Spanyol sebuah studi menemukan jejak virus dalam air limbah yang dihimpun pada pertengahan Januari di Barcelona. 40 hari sebelum kasus pertama dikonfirmasi di Italia.

Dalam studi mereka, ilmuwan ISS telah memeriksa 40 sampel air limbah yang dikumpulkan dari pengolahan air limbah di Italia Utara antara akhir Oktober dan Februari.

Sampel dari bulan Oktober dan November menunjukkan hasil negatif, memperlihatkan bahwa virus masih belum ada berdasarkan pakar kualitas air ISS, Giuseppina La Rosa.

Air lembah dari Bologna mulai menunjukkan jejak virus pada Januari. Penemuan itu membantu para ilmuwan memahami bagaimana virus mulai menyebar di Italia, menurut La Rosa.

Bagaimana pun, menurut wanita itu, penelitian tidak otomatis mengimplikasikan bahwa rantai penularan utama yang mengarah pada perkembangan wabah di negara itu berasal dari kasus-kasus pertama itu.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved