Breaking News:

Luka Robek Leher dan Perut, Pengendara Terjerat Benang Layangan Lalu Tabrak Alat Berat dan Meninggal

Peristiwa kecelakaan akibat tali layang-layang yang membentang di jalan kembali memakan korban jiwa, Kamis (18/6/2020) pukul 14.30 wita.

Kompas.com/Istimewa
Polisi melakukan olah TKP kecelakaan lalu lintas di Jalan Raya Sesetan, Denpasar 

Yang saat itu mobil wheeloder bergerak dari arah selatan menuju utara.

Sempat terdengar suara keras saat sepeda motor korban menghantam alat berat, warga di sekitar lokasi lalu berhamburan dan bergegas menolong korban.

Berselang beberapa menit kemudian, tim BPBD Kota Denpasar yang datang dari lokasi pos terdekat langsung menuju TKP untuk membantu korban.

Sempat ditangani di lokasi untuk membersihkan darah yang keluar dari leher korban.

Selanjutnya tim medis membawa korban ke Instalasi Rawat Darurat (IRD) Rumah Sakit Umum Pemerintah (RSUP) Sanglah, Denpasar untuk merawat lebih lanjut.

4 Fakta Benang Layangan Jerat Leher Pengendara hingga Tewas, Korban Sempat Berusaha Lepas Lilitan

Nahas, setelah ditangani tim medis di RSUP Sanglah, nyawa I Wayan Losmen tidak tertolong.

"Laporan kecelakaan kita terima tadi sore sekitar pukul 15.00 wita. Korban meninggal dunia di IRD RSUP Sanglah," tambah Iptu Ni Luh Tiviasih kepada Tribun Bali.

Korban sendiri setelah diperiksa mengalami luka lebam pada bagian dadanya, perut sebelah robek dan hidung keluar darah akibat menabrak mobil wheeloder.

Selain itu, pada leher korban mengalami luka robek usai terkena tali layang-layang yang berbentang di Jalan Raya Sesetan, depan Warung Depot 818.

Sementara itu, sepeda motor korban juga mengalami kerusakan parah, pada bagian gardu depan bengkok, sayap dan lampu depan pecah.

Halaman
1234
Editor: Roifah Dzatu Azmah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved