Breaking News:

Pembunuh Anaknya Dituntut 15 Tahun Penjara, Orangtua Mengamuk di Persidangan: Tidak Masuk Pikiran

Orangtua mahasiswi Lina Indiani (18) yang merupakan korban pembunuhan pada Desember 2019 lalu mengamuk.

Editor: Roifah Dzatu Azmah
YouTube/KompasTV
Arick Batlayar, orangtua mahasiswi Akper Kerta Cendekia, Lina Indiani (18) yang dibunuh pada Desember 2019 lalu, mengamuk di persidangan 

TRIBUNPAPUA.COM - Arick Batlayar, orangtua mahasiswi Akper Kerta Cendekia, Lina Indiani (18) yang merupakan korban pembunuhan pada Desember 2019 lalu, mengamuk di persidangan di Pengadilan Negeri Sidoarjo, Jawa Timur.

Dilansir TribunWow.com dari tayangan KompasTV, Rabu (24/6/2020), Arick tak terima mendengar jaksa hanya menuntut terdakwa 15 tahun penjara.

Ia berharap, pelaku yang membunuh anaknya secara keji dituntut hukuman mati.

Dalam rekaman video yang beredar, Arick tampak berteriak dan mengamuk, hingga dipegangi sejumlah orang.

Lantaran suasana menjadi gaduh, Arick kemudian dibawa ke luar ruang sidang.

Dalam teriakannya, Arick bahkan mengatakan tak takut membunuh pelaku, apabila ancaman hukumannya hanya 15 tahun penjara.

"Lebih baik saya membunuh (balas), saya masuk (penjara) 15 tahun, saya tidak takut," teriaknya.

Di luar persidangan, Arick menangis mengungkapkan rasa kecewanya atas tuntutan jaksa penuntut umum (JPU)

Fakta Terbaru, Polisi Sebut John Kei Perintahkan Anggotanya untuk Bunuh Nus Kei: Terang Benderang

"Keputusannya apa, tuntutannya itu cuma 15 tahun," ucap Arick.

"Saya rasa 15 tahun itu tidak masuk dalam pikiran kami sebagai keluarga, apalagi saya sebagai orangtua."

Halaman
1234
Sumber: TribunWow.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved