Breaking News:

Emosi saat Ditagih Utang, Pria di Bali Ancam Debt Collector Pakai Pedang

Polisi menangkap GSU, pria asal Desa Penglatan, Buleleng, Bali karena mengancam seorang pegawai jasa keuangan.

Tribunnews/Jeprima
Ilustrasi uang rupiah 

TRIBUNPAPUA.COM - Polisi menangkap GSU, pria asal Desa Penglatan, Buleleng, Bali karena mengancam seorang pegawai jasa keuangan, pada Rabu (24 /6/2020) siang.

Pelaku saat itu emosi karena ditagih untuk membayar cicilan hutangnya.

"Pelaku emosi kepada korban atau pelapor yang merupakan pegawai FIF cabang Singaraja yang saat itu menagih cicilan," kata Kasat Reskrim Polres Buleleng AKP Vicky Tri Haryanto, dalam keterangan tertulis, Senin (29/6/2020) siang.

Sumarjaya mengatakan, pelaku mengancam korban menggunakan sebilah pedang dengan panjang 60 sentimeter.

Saat itu, korban yang merupakan debt collector datang ke rumah pelaku bermaksud menagih uang kredit motor.

Tak Tahan Terus Ditagih Utang, Pria di Kalsel Bacok Temannya hingga Tewas

Namun, ada pembicaraan yang membuat pelaku emosi.

Pelaku lantas masuk ke dalam kamar mengambil sebilah pedang dan mengancam korban.

Usai menerima laporan, polisi mendatangi tempat kejadian dan menangkap pelaku.

Saat ditangkap, ditemukan barang bukti senjata tajam berupa pedang.

Kemudian, rumah pelaku digeledah dan polisi kembali menemukan dua buah tombak, dua pucuk senapan angin, senjata pistol gas jenis organ, 3 pedang panjang, dan dua buah sangkur.

Halaman
12
Tags
Bali
utang
Editor: Astini Mega Sari
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved