Curhat Penderita Autoimun saat Pandemi dari Sulit ke RS hingga Obat Langka: Banyak yang Memburuk

"Ini hanya pantauan saya dan teman-teman di komunitas, banyak sekali penderita yang memburuk selama Covid ini."

(Komunitas Autoimun Indonesia )
Sayangnya, kesulitan mengakses rumah sakit dan dokter, hanyalah satu dari sejumlah dampak pandemi Covid 19 bagi penyandang autoimun. Dampak lain yang disebut Monik mengerikan adalah kelangkaan obat. Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Perjuangan Penyandang Autoimun Saat Pandemi, Obat Langka, Sesak Napas, hingga Kritis", https://regional.kompas.com/read/2020/06/30/08135841/perjuangan-penyandang-autoimun-saat-pandemi-obat-langka-sesak-napas-hingga?page=all#page2. Editor : Rachmawati 

TRIBUNPAPUA.COM - Kelompok penyandang penyakit autoimun dianggap termasuk yang berisiko tinggi terpapar Virus Corona karena sebagian besar mereka meminum imunosupresan atau obat yang menekan dan menurunkan sistem kekebalan tubuh.

Mereka butuh obat itu karena autoimun menyebabkan sistem kekebalan tubuh menyerang tubuh sendiri.

Selama wabah Virus Corona, para penyandang autoimun mengaku kesulitan mendapatkan obat itu karena obat-obatan mereka merupakan obat anti-malaria, seperti klorokuin dan hidroksiklorokuin, yang disebut dapat mengobati Covid-19.

Obat jadi 'langka dan mahal' karena banyak orang memburu.

'Kelangkaan obat' membuat sejumlah penyandang autoimun bahkan mengalami kondisi kritis. Seperti salah satu penuturan yang dilaporkan BBC Indonesia berikut.

Sesak napas hingga kondisi kritis

Fatimah Berliana Monica (kiri depan), seorang pengidap penyakit autoimun, berfoto bersama keluarganya.
Fatimah Berliana Monica (kiri depan), seorang pengidap penyakit autoimun, berfoto bersama keluarganya. ((Fatimah Berliana Monica Purba))

Awal Juni 2020, Fatimah Berliana Monica Purba, akrab dipanggil Monik terpaksa dilarikan ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) rumah sakit di Kota Bogor, Jawa Barat, karena serangan sesak napas.

Sesak napas itu yang berasal dari autoimun yang diidapnya.

Monik terkena dua jenis autoimun, Antiphospolipid Syndrome (APS) dan Sjogren's Syndrome (SS). Kedua penyakit tersebut menyerangnya secara berturut-turut pada tahun 2014 dan 2016.

Sesak napas yang menyerang Monik kali itu, bahkan membuatnya dalam kondisi kritis, karena terjadi pembekuan darah di paru-paru sebagai dampak dari penyakit autoimunnya.

Halaman
1234
Editor: Roifah Dzatu Azmah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved