Breaking News:

Viral Video Pasien Covid-19 Curhat ke Bupati Mengaku Ditelantarkan, Gugus Tugas: Tidak Sesuai Fakta

Curhat pasien Covid-19 yang menempati rumah karantina di Gedung Tenis Indoor milik Pemkab Jombang, tak puas dengan penanganan medis.

(KOMPAS.COM/MOH. SYAFIƍ)
Tangkapan layar video curhat pasien corona di tempat karantina kepada Bupati Jombang, Mundjidah Wahab. Video curhat pasien tersebut viral di Facebook, sejak Minggu (28/6/2020) lalu. 

TRIBUNPAPUA.COM - Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Jombang menyebut ada beberapa fakta yang dikaburkan pasien saat menyampaikan curhat kepada Bupati Jombang Mundjidah Wahab, beberapa hari lalu.

Curhat pasien Covid-19 yang menempati rumah karantina di Gedung Tenis Indoor milik Pemkab Jombang, terekam dalam sebuah video yang viral sejak Minggu (28/6/2020).

Humas Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Jombang, Budi Winarno mengatakan, salah satu poin curhat yang tidak sesuai fakta adalah tidak ada perawatan atau pun kunjungan tenaga medis kepada pasien corona di tempat karantina.

"Kalau tidak ada tenaga medis di tempat karantina, kami pastikan itu tidak sesuai fakta. Kami tidak mungkin membiarkan tempat karantina pasien Covid-19 tanpa ada petugas. Setiap hari ada petugas di sana," kata Budi kepada Kompas.com, Kamis (2/6/2020).

Untuk pasien positif corona dengan kondisi memerlukan perawatan intensif, pasien dirawat di rumah sakit dengan dukungan alat kesehatan yang memadai serta diawasi para dokter ahli.

Sedangkan untuk pasien yang terkonfirmasi positif Covid-19, tetapi dinyatakan sehat secara klinis, ditempatkan di rumah karantina STIKES Pemkab Jombang dan Gedung Tenis Indoor.

Seluruh pasien yang menempati rumah karantina di STIKES dan Gedung Tenis Indoor Pemkab Jombang, diawasi oleh petugas medis dari RSUD Jombang.

Rumah karantina merupakan tempat isolasi untuk pasien Covid-19 yang tidak merasakan keluhan atau Orang Tanpa Gejala (OTG), sebelum dinyatakan sembuh berdasarkan hasil pemeriksaan swab.

Di tempat karantina, pasien yang menjalani isolasi mendapatkan pengawasan dan pelayanan kesehatan dari para tenaga medis RSUD Jombang.

"Karena jumlah dokter spesialis di Jombang ini sangat terbatas, maka mereka dikonsentrasikan untuk menangani pasien yang memerlukan perawatan intensif di rumah sakit," ungkap Budi Winarno.

Kesaksian Detik-detik Longsor di Tambang Giok Terbesar di Dunia, Pekerja: Dalam Semenit Semua Hilang

Halaman
123
Editor: Roifah Dzatu Azmah
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved