Ahok Diisukan Jadi Menteri Baru, Mardani Ali Minta Jokowi Lebih Bijak: Dia Ini Masih Kontroversial

Nama Komisaris Utama PT Pertamina, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok kembali disebut-sebut akan menjadi menteri Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Instagram @basukibtp
Basuki Tjahaja Purnama (BTP) atau Ahok 

TRIBUNPAPUA.COM - Nama Komisaris Utama PT Pertamina, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok kembali disebut-sebut akan menjadi menteri Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Rumor itu berhembus setelah Jokowi mengancam akan mereshuffle kabinet lantaran dianggap tidak maksimal dalam menangani pandemi Covid-19.

Banyak pro dan kontra muncul terkait rumor Ahok menjadi menteri di kabinet Jokowi menggantikan Menteri BUMN, Erick Thohir.

Satu di antara yang menolak Ahok jika menjadi menteri adalah Ketua DPP PKS, Mardani Ali Sera.

Mardani dengan tegas menolak Ahok jadi menteri lantaran dianggap sosok yang kontroversial.

Ia khawatir kehadiran Ahok justru berdampak buruk bagi Jokowi.

Ketika Menkes Terawan Pilih Hentikan Sesi Tanya Jawab saat Ditanya soal Isu Reshuffle Kabinet Jokowi

Mengenai adanya kelompok yang tidak ingin Ahok menjadi pemimpin perusahaan BUMN, Buya Syafii mengimbau untuk jangan mendengar penolakan kelompok itu.
Mengenai adanya kelompok yang tidak ingin Ahok menjadi pemimpin perusahaan BUMN, Buya Syafii mengimbau untuk jangan mendengar penolakan kelompok itu. (TRIBUNJATIM.COM)

"Usul saya Pak Ahok ini masih kontroversi, sayang Pak Jokowi kalau mengajukan Pak Ahok."

"Akan timbul banyak sekali respons yang itu nanti buruk terhadap modal sosial bangsa, mestinya Pak Jokowi lebih bijak," kata Mardani.

Setali tiga uang dengan Mardani, Pengamat Politik, M Qodari juga tidak setuju Ahok masuk kabinet.

Pasalnya, Ahok dinilai buruk dalam komunikasi publik.

Ia mengakui kerja Ahok memang bagus namun komunikasi bagi pejabat publik juga penting.

"Saya tidak setuju diangkat menjadi menteri dalam reshuffle kabinet yang akan datang, karena Pak Ahok ini lemah dalam urusan komunikasi publik."

"Komunikasi publik itu penting bagi pejabat publik setingkat menteri atau kepala daerah, kerja bagus itu sangat penting, wajib, tapi komunikasi publik juga sangat strategis," katanya.

Kerja Bareng, Dirut Pertamina Berseloroh soal Follower Ahok di Medsos: Tak Perlu Lagi Endorser Mahal

Qodari khawatir akan terjadi masalah lagi seperti kasus penodaan agama pada 2017.

Halaman
1234
Sumber: TribunWow.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved