Tersendat, Ketua KPU Papua Keluhkan Masalah Anggaran Jelang Pilkada Serentak 2020

Persiapan Pilkada Serentak 2020 di Provinsi Papua menemui kendala dari sisi anggaran.

(KOMPAS.COM/DHIAS SUWANDI)
Ketua KPU Papua Theodorus Kossay 

TRIBUNPAPUA.COM - Persiapan Pilkada Serentak 2020 di Provinsi Papua menemui kendala dari sisi anggaran.

Beberapa kabupaten yang menyelenggarakan pilkada belum mengirimkan dana anggaran sesuai kesepakatan.

Ketua KPU Papua Tehodorus Kosay mengatakan, 11 kabupaten yang menyelenggarakan pilkada telah menandatangani naskah perjanjian hibah daerah (NPHD).

Tapi, realisasi NPHD tak sesuai tahapan yang disepakati. Sebab, seharusnya setiap kabupaten telah mengirimkan 40 persen dari total anggaran yang disepakati.

"Total dari 11 kabupaten NPHD Rp 482 miliar, sampai sekarang yang sudah ditransfer sekitar Rp 200 miliar atau kurang dari 40 persen," kata Theodorus saat penyelenggaraan Coffee Morning Forkopimda Papua di Mapolda Papua, Selasa (7/7/2020).

Ia menyayangkan hal tersebut karena saat ini tahapan pilkada terus berjalan.

Banyak yang Belum Terjangkau, Menko PMK Minta Penyaluran Bansos di Papua Dipercepat

Theodorus khawatir tahapan pilkada berhenti jika pemerintah daerah tak segera menanggapi kesepakatan itu.

"Kalau tidak ada anggaran maka kita akan berhentikan tahapan seperti yang terjadi di Waropen yang pernah dihentikan selama lima hari," kata dia.

KPU Papua juga mencoba berperan aktif membuka komunikasi kepada pemerintah daerah yang akan menyelenggarakan pilkada.

Namun ada beberapa kabupaten yang memberikan tanggapan kurang baik.

Halaman
12
Editor: Roifah Dzatu Azmah
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved