Breaking News:

Fakta Terbaru Kondisi Jasad Bayi yang Diseret Anjing di Hutan, Dokter Autopsi: Sudah Mulai Membusuk

"Jasad bayi ini diperkirakan sudah meninggal dua atau tiga hari lalu, sehingga kondisinya sudah mulai membusuk," ujar dr Fahmi.

Editor: Roifah Dzatu Azmah
(KOMPAS.COM/IRWAN NUGRAHA)
Seorang pegawai BUMN di Tasikmalaya membuang bayi ke hutan seusai melahirkan di toilet kantornya, Senin (13/7/2020). 

TRIBUNPAPUA.COM - RSU dr Soekardjo, Kota Tasikmalaya mengungkap hasil autopsi kepada jasad bayi malang yang ditemukan warga digigit anjing di hutan Desa Cibungur, Kecamatan Parungponteng, Kabupaten Tasikmalaya, Kamis (16/7/2020) sore.

Diektahui, pelaksanaan autopsi di Kamar Mayat RSU tidak banyak melibatkan tenaga medis.

Ini dalam rangka physical distancing mencegah Covid-19.

Tidak ada sanak maupun famili yang hadir dalam proses autopsi tersebut.

Sejumlah petugas Kamar Mayat menunggu di luar selama pelaksanaan autopsi.

Dokter forensik RSU dr Slamet, Garut, dr Fahmi Arif Rahman Hakim SpFM, memimpin autopsi yang dimulai sekitar pukul 15.00 dan selesai sekitar pukul 16.30.

Seusai autopsi, dr Fahmi mengatakan, hasil autopsi baru bisa dikeluarkan sekitar dua minggu ke depan.

Terlebih kondisi tubuh korban termasuk organ sudah membusuk.

"Jasad bayi ini diperkirakan sudah meninggal dua atau tiga hari lalu, sehingga kondisinya sudah mulai membusuk. Namun kami tetap akan menguak penyebab kematiannya," ujar dr Fahmi.

Mengenaskan, Jasad Bayi yang Digigit dan Diseret Anjing di Hutan Dibuang sang Ibu karena Malu

Seorang petugas Kamar Mayat, menambahkan, panjang bayi hampir mencapai 40 cm berarti bayi lahir sesuai waktunya.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved