Breaking News:

Siswa Belajar Online di Kebun yang Jadi Sarang Ular: Was-was, tapi Mau Beli Kuota Gak Ada Uang

Empat pelajar asal Bandar Lampung harus berusaha keras mengikuti sekolah online karena tak mampu membeli kuota.

Tribunlampung.co.id/Deni Saputra
Terlihat Ali (15), Firnando (15), Rezi (12) dan Faiz (12) nekat masuk sarang ular demi bisa mengikuti pembelajaran dari rumah dengan menumpang wifi gratis milik tetangga. 

TRIBUNPAPUA.COM - Empat pelajar asal Bandar Lampung harus berusaha keras untuk mengikuti sekolah online karena orang tua mereka tak mampu membelikan kuota.

Diketahui, pandemi Covid-19 membuat para siswa harus belajar dari rumah.

Tak hanya itu, sebagian pembelajaranpun dilakukan secara online.

Namun, tak semua anak sekolah bernasib baik, memiliki orangtua yang mampu membelikan kuota internet.

Ali (15), Firnando (15), Rezi (12), dan Faiz (12) tinggal di Jalan Nangka, Gang Stiap, Kelurahan Sepang Jaya, Kecamatan Kedaton, Bandar Lampung.

Setelah Minum Miras, Remaja di Bondowoso Ajak Teman Perkosa Pacar, Korban Kini Hamil 5 Bulan

Keempat pelajar berbeda jenjang tersebut terpaksa memanfaatkan WiFi tetangga sebagai akses internet.

Setiap pagi, mereka duduk berjejer di samping tembok kosan yang memiliki akses internet.

Hanya beralaskan papan, berteduh di bawah pohon pisang, mereka mengikuti pelajaran penuh semangat.

Ali, siswa kelas 10 SMA Gajah Mada, menuturkan mengikuti pelajaran secara daring cukup menguras kuota internet.

Sementara ayahnya, seorang kuli bangunan hanya mampu memberi jatah kuota 1 GB per minggunya.

Halaman
1234
Editor: Astini Mega Sari
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved