Breaking News:

7 Fakta Suami Aniaya Istri hingga Tewas, Bermula Tetangga Lihat Pelaku Peluk Korban di Warung

Seorang suami di Pamulang, Tangerang Selatan tega menganiaya istrinya hingga tewas.

Editor: Roifah Dzatu Azmah
Warta Kota/Rizki Amana
Pelaku KDRT sedang diperiksa petugas di Mapolsek Pamulang. 

"Dia meninggal memang dia lagi hamil muda ya. Dan saya sudah menyarankan suaminya untuk memeriksakannya ke dokter," ujar Idawati.

Namun Ansori tidak mau membawa istrinya ke rumah sakit karena alasan tidak memiliki biaya.

"Terus tadi pagi, emang ama saya sudah suruh bawa ke dokter, sudah bawa ke dokter, terus jawab suaminya, saya enggak punya uang," ujarnya. 

Perkara hamil itu juga dikonfirmasi oleh Kapolsek Pamulang, Kompol Supiyanto saat ditemui di pelataran kantornya.

"Korban dikirim ke RS Kramat Jati untuk diketahui penyebab kematian oleh dokter forensik mengenai usia kehamilan, kami belum tau. Dari hasil otopsi bisa diketahui," ujar Supiyanto. 

5. Suami jadi tersangka

Suami yang menganiaya istrinya hingga berujung maut di Pamulang
Suami yang menganiaya istrinya hingga berujung maut di Pamulang (Video capture)

Polisi telah menangkap dan menetapkan Ansori sebagai tersangka.

Ansori dijerat pasal 44 ayat 3 Undang-undang nomor 23 tahun 2004 tentang penghapusan kekerasan dalam rumah tangga (PKDRT), dengan hukuman 15 tahun penjara.

"Sementara pelaku (suaminya) berinisial A telah diamankan dan mengaku melakukan pemukulan dengan tangan kosong dan masih kita dalami," kata Kapolsek

6. Suami arogan 

Dino (50) selaku warga setempat mengakui Ansari kerap bersikap arogan kepada sang istri.

Bahkan, aksi kekerasan itu kerap diperlihatkannya saat pelanggan datang berbelanja di warung kelontong milik pasangan suami istri (pasutri) itu.

"Galak (si suami-red) didepan orang pernah dia (korban-red) ngembaliin salah dibentak di depan pembeli. Orangnya galak lah sama bini orang semua pada tahu. Emang galak sama bini semua pada tahu," kata Dino usai menjalani pemeriksaan sebagai saksi terkait kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) di Mapolsek Pamulang, Tangsel, Minggu (26/7/2020).

Selain itu, Doni mengatakan bila Ansari telah lama membuka usah warung kelontongnya itu di kawasan tersebut.

Kendati telah lama mendiami tempat tersebut, Doni mengakui bila Ansari merupakan sosok yang jarang bergaul dengan lingkungan setempat.

"Orangnya memang pendiam," katanya.

7. Kekerasan berulang-ulang

Penyebab  Thayyibah tewas karena dipukuli suami, Ansari, Minggu (26/7/2020).

Peristiwa itu terjadi di  Jalan Cabe 1, RT 005, RW 004, Pondok Cabe Ilir, Pamulang, Kota Tangerang Selatan (Tangsel).

Videonya Marah-marah Viral, Seorang Camat Kesal Disuruh Menyapu Warganya: Nggak Bisa Seenaknya

Warga setempat bernama Adi mengatakan, pasangan suami istri (pasutri) itu belum lama menempati kediamannya di Jalan Cabe yang juga digunakan sebagai warung kelontong.

Menurutnya, kekerasan kerap dialami korban saat sedang melayani pembeli di warung kelontongnya itu.

"(Tinggal-Red) berdua saja, baru nikah dan belum sampe setahun tinggal di sini. Kalau ribut-ribut sih enggak, cuman orang kalo belanja liat kadang dipukulin istrinya," kata Adi, Minggu (26/7/2020)

Adapun saat ini pelaku telah diamankan pihak Polsek Pamulang guna penyidikan lebih lanjut.

Atas perbuatannya pelaku dijerat Pasal 44 Ayat 3 Undang-Undang (UU) Nomor 23 Tahun 2001 dengan ancaman 15 tahun kurungan penjara.

Sementara, jasad Thayyibah telah dibawa ke RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur guna autopsi lebih lanjut. 

(Rizki Amana/Wartakotalive.com/Tribun Jakarta)

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved