Sebelum Dibunuh Suaminya, Ibu Titipkan Pesan Terakhir ke sang Anak: Pesan Ibu Jangan Nakal

Kejadian duka menyelimuti keluarga Yuti Kontesa di Banyuasin, Sumatera Selatan, Senin (27/7/2020).

Sripo/ Mat Bodok
Mengenakan baju merah lengan panjang, RAP (6) dan AAP (11) melihat terakhir orang tua dan adiknya di kebumikan di pemakaman umum, Senin (27/7/2020) 

TRIBUNPAPUA.COM - Kejadian duka menyelimuti keluarga Yuti Kontesa di Banyuasin, Sumatera Selatan, Senin (27/7/2020).

Hal ini karena Yuti dan anaknya tewas dibunuh oleh suami, Rendi Artha, menggunakan gas elpiji.

Setelah dilakukan visum, jenazah kedua korban pembunuhan ibu dan anak, dimakamkan dalam satu liang lahat di TPU Desa Tajaraja satu, Senin (27/7/2020).

Isak tangis Keluarga, mengiringi pemakanan kedua korban.

Sedangkan orang tua dari korban Yuti Kontesa berulang kali pingsan tak tahan melihat kondisinya anak dan cucunya.

Sedangkan, kedua anak korban yang masih hidup, ikut dalam pemakaman berinisial AAP (11 tahun) dan BAP (6 tahun).

Berada dalam dekapan sang nenek, kedua bocah ini tampak merasakan kesedihan yang sangat mendalam.

AAP anak pertama korban, sempat menceritakan kisah terakhir dirinya dengan sang ibu, Yuti Kontesa saat belajar siang sebelum kejadian.

Ibunya berpesan agar dirinya tidak nakal dan rajin rajin belajar.

"Pesan ibu jangan nakal saat mendampingi saya belajar matematika," ucap AAP yang tak tahan menahan air mata.

Gadis Ini Masih Trauma Meski Ayahnya Dipenjara, Tante Korban: Pikiran Dia Ayah Keluar, Mukul Lagi

Halaman
1234
Editor: Roifah Dzatu Azmah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved