Ingin Punya Adik, Remaja dan Ibunya Ini Culik Bocah 3 Tahun yang Ditemuinya di Jalan

Ibu dan anak dinyatakan sebagai tersangka kasus penculikan bocah tiga tahun berinisial PR asal Ulujami, Pesanggrahan, Jakarta.

(KOMPAS.com/WAHYU ADITYO PRODJO)
P (17) memeluk ibunya, N (48) saat dinyatakan sebagai tersangka kasus penculikan bocah 3 tahun asal Ulujami, Pesanggrahan, Jakarta, PR di Lobi Mapolres Jakarta Selatan, Jakarta, Rabu (29/7/2020). P dan N terancam hukuman penjara 15 tahun karena penculikan anak yang mereka lakukan. 

TRIBUNPAPUA.COM - Seorang remaja, P (17) menangis ketika memasuki lobi Polres Jakarta Selatan Ia memakai topeng dan berbaju jingga bertulis "Tahanan".

P lalu memeluk ibunya, N (48), yang sudah lebih dulu berdiri di belakang Kapolres Jakarta Selatan, Kombes Budi Sartono.

Saat itu, P dan N dinyatakan sebagai tersangka kasus penculikan bocah tiga tahun berinisial PR asal Ulujami, Pesanggrahan, Jakarta.

P anak tunggal dan ingin memiliki adik perempuan. Itulah motif dari upaya penculikan itu.

N turut ditetapkan jadi tersangka lantaran mengetahui aksi penculikan PR tetapi tidak mencegahnya.

"Jadi intinya ingin menguasai, ingin menjadikan adik atau menjadikan anak,” ujar Budi di Mapolres Jakarta Selatan, Jakarta, Rabu (29/7/2020) siang.

N atau ibunda P sudah tak bisa punya anak lagi. Niat P dan N awalnya membawa PR untuk dirawat sebagai anak dan adik buat P.

PR diculik P saat sedang bermain di depan rumahnya di kawasan Ulujami, Pesanggrahan, Jakarta pada Senin lalu.

2 Muncikari dalam Kasus Dugaan Prostitusi Online yang Libatkan Artis VS Ditetapkan Jadi Tersangka

Saat melakukan penculikan, P dan N sedang berada di keluarganya di Ulujami itu yang dekat rumah korban.

P terekam kamera CCTV menculik PR dengan cara menggandeng. N mengetahui penculikan tersebut dan membawa PR pulang ke rumahnya di Munjul, Banten.

Halaman
1234
Editor: Roifah Dzatu Azmah
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved