Breaking News:

Pengasuh Pondok yang Punya 3 Istri Cabuli 15 Santri Perempuan, Mengancam Akan Menyantet

eorang pimpinan pondok pesantren di Kabupaten Serang, Banten diduga telah mencabuli 15 santri perempuan di kamar dan mobil.

Tribunwow/Kurnia Aji Setyawan
Ilustrasi pelecehan seksual 

Sebelum pencabulan terjadi, JM biasanya menawarkan kemampuan wafak atau jimat dengan doa-doa agar korban mendapatkan kepintaran.

Namun untuk mendapatkan jimat tersebut, para santri perempuan harus membayarnya dengan persetubuhan.

Tak hanya itu. JM juga mengancam akan menyantet atau mengguna-guna korban jika mereka melapor.

Ia juga mengancam akan mengeluarkan para korban dari pondok pesantren.

"Modus kiainya ini diiming-imingi dengan wafak wiridan semacam itu. Setelah itu di situ diajak ke kamar, pembayarannya itu harus dengan syahwat, dipeluk, dicium, disuruh buka pakaian," ujar Daeng.

Histeris Lihat Apa yang Terjadi, Seorang Ibu Pergoki sang Suami Mencabuli Dua Anak Gadisnya

"Padahal dia punya istri tiga, bahkan istrinya juga korban. Dia itu ketua yayasan, nggak pernah ngajar di ponpes, cuma nyariin korban saja," kata Anton.

Sementara Kasat Reskrim Polres Serang Kota AKP Indra Feradinata membenarkan jika JM telah ditangkap dan saat ini sedang dalam pemeriksaan.

"Sudah diamankan, sudah dibawa ke polres untuk melengkapi berkasnya. Dia memang JM, pimpinan ponpes," kata AKP Indra Feradinata saat dikonfirmasi Kompas.com, Rabu (29/7/2020).

Untuk sementara, kata Indra, korban yang sudah mengakui dilecehkan oleh pelaku sebanyak empat orang.

"Modusnya dengan bujuk rayu, dengan kata-kata gitu. Itu untuk sementara karena masih diperiksa juga," ujar Indra.

Halaman
123
Editor: Roifah Dzatu Azmah
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved