Ada Klaster Covid-19 Perkantoran di Jakarta, Anies Ungkap Sebabnya: Satu Muncul, Langsung Diperiksa

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyebut bahwa munculnya sejumlah klaster pasien Covid-19 perkantoran

Tribunnews.com/Danang Triatmojo
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan usai hadiri rapat paripurna di Gedung DPRD DKI, Jakarta Pusat, Senin (22/6/2020). 

TRIBUNPAPUA.COM - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyebut bahwa munculnya sejumlah klaster pasien Covid-19 perkantoran karena gencarnya uji swab PCR.

"Mengapa muncul klaster-klaster kantor? Karena begitu muncul satu kasus, langsung satu kantor diperiksa," ujarnya dalam rekaman yang disebarkan Humas Pemprov DKI Jakarta, Jumat (31/7/2020).

Anies mengklaim bahwa pihaknya langsung melakukan tracking di perusahaan apabila menemukan karyawan yang dinyatakan terinfeksi Corona.

Tujuannya, untuk menemukan pasien positif lainnya dan memisahkannya dari karyawan yang sehat. Sehingga dapat meminimalkan terjadinya penularan Covid-19.

"Itu sebabnya mengapa beberapa waktu ini muncul istilah klaster perkantoran. Karena begitu ditemukan satu orang positif, maka koleganya teman kerjanya langsung dilakukan pengetesan," kata Anies.

Saat ini, lanjut dia, Pemprov DKI Jakarta tengah berupaya mempertahankan jumlah testing yang dapat dilakukan setiap harinya.

Reuni Berujung Petaka, 14 Orang di Keluarga Ini Positif Covid-19, 1 Meninggal Dunia

Hal tersebut diharapkan dapat mempercepat pemutusan mata rantai penularan karena pasien positif Covid-19 dapat langsung ditangani.

"Jadi kami di Jakarta bersyukur kalau menemukan kasus positif supaya tidak menular, supaya mereka bisa mengisolasi diri," kata Anies.

Untuk diketahui, jumlah pasien positif Covid-19 di DKI Jakarta bertambah 299 orang per Kamis (20/7/2020) kemarin.

Sehingga jumlah pasien positif Covid-19 di DKI Jakarta hingga hari ini adalah 20.769 orang.

Halaman
12
Editor: Roifah Dzatu Azmah
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved