Breaking News:

Beberkan Isi Percakapan dengan Jokowi di Istana, Fadli Zon: Diajak Bicara Secara Dadakan

Politikus Gerindra, Fadli Zon membongkar percakapannya dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

(KOMPAS.com/Haryantipuspasari)
Fadli Zon di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (7/8/2019) 

Sehingga, ia menilai kebijakan itu harus dievaluasi.

"Nah kalau memang hanya karena beliau Mantan Pemimpin DPR ya seperti yang saya saya bilang tadi ini hanya meneruskan tradisi, tidak ada nilai lebih tidak ada sesuatu poin yang bisa kita ambil dari sini."

"Apa yang saya komentari kalau sekedar meneruskan tradisi, berarti Bintang Maha Putra ini diobral begitu saja dan kalau memang hanya posisinya karena pimpinan DPR dapat Bintang Maha Putra, saya pikir ke depan harus dievaluasi aturannya," jelas Ferdinand dikutip dari channel YouTube Talk Show tvOne pada Jumat (14/8/2020).

Ferdinand mengatakan, jika memang penghargaan diberikan kepada seseorang yang telah menjabat di suatu lembaga tertentu, seharusnya semuanya juga mendapat bagian.

Namun, bintang yang diberikan bukan Bintang Mahaputra Nararya karena dianggap terlalu tinggi.

Fadli Zon Sebut Warga Tak Lagi Percaya Pemerintah Pusat untuk Atasi Corona: Pemda Ambil Inisiatif

"Bahwa harus dinyatakan di undang-undang itu bahwa semua pejabat dan pimpinan dalam level tertentu wajib mendapatkan."

"Jadi tidak mungkin namanya, jangan Maha lah terlalu tinggi, tetapi bintang atau medali apa lah yang lebih layak, " ujar Pria asal Sumatra Utara ini.

Lalu, Ferdinand menyinggung lagi bahwa ia menilai apa yang sudah dilakukan Fahri dan Fadli belum luar biasa.

"Tapi bagi saya Bang Fahri dan Bang Fadli ini belum luar biasa di republik ini."

"Jadi tunggulah nanti waktunya, mari kita kerja dulu untuk bangsa," kritik Ferdinand.

Halaman
1234
Editor: Astini Mega Sari
Sumber: TribunWow.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved