Mumtaz Rais Dilaporkan Nawawi Pomolango terkait Cekcok di Pesawat, PAN: Sedang Kita Coba Mediasi

PAN menyebut permasalahan cekcok yang terjadi antara Mumtaz dengan Nawawi sebenarnya sudah selesai di atas pesawat.

Fransiskus Adhiyuda/tribunnews.com
Wakil Ketua Umum DPP PAN Yandri Susanto 

TRIBUNPAPUA.COM - Wakil Ketua Umum DPP PAN Yandri Susanto mengklaim permasalahan cekcok yang terjadi antara Ahmad Mumtaz Rais dan Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Nawawi Pomolango sudah selesai di pesawat.

Diketahui, Mumtaz dilaporkan ke pihak berwajib oleh Nawawi lantaran permasalahan cekcok di pesawat karena Mumtaz tak mematuhi aturan untuk menonaktifkan ponsel miliknya ketika di atas pesawat.

Dikutip dari Tribunnews.com, Jumat (14/8/2020), Yandri membenarkan bahwa Mumtaz memang menyalakan ponsel saat berada di atas pesawat.

Ia menambahkan, Mumtaz memang menyalakan ponsel tetapi dinyalakan saat posisi pesawat sedang berhenti transit di Makassar.

"Jadi itu sudah saya konfirmasi, tadi ada tiga rombongan di situ ada Mumtaz, ada Pangeran Khairul dan saudaraku Irvan dan memang kejadian seperti itu. Tapi Mumtaz ini menghidupkan handphone ketika pesawat sudah berhenti dan penumpang semua sudah keluar dan yang transit di Makassar tidak keluar," kata Yandri ditemui di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (14/8/2020).

Dukung Nawawi Pomolango Laporkan Mumtaz Rais, WP KPK: Itu Merupakan Penerapan Nilai Integritas

Mumtaz menuturkan, cekcok antara Mumtaz, kru pesawat Garuda, dan Nawai mungkin terjadi karena ego dari masing-masing pihak.

"Tetapi karena ada kesalahpahaman dan mungkin ego masing-masing muncul terjadi debat lah kira-kira begitu dan saya kira itu sering terjadi di pesawat karena pemahaman penumpang berbeda, maunya kru kabin juga beda," lanjutnya.

Meskipun sempat cekcok, Yandir menyebut perselisihan tersebut telah usai tak lama setelah perdebatan terjadi.

Kini Yandri mengaku bingung mengapa Mumtaz dipolisikan.

"Jadi menurut saya, dari klarifikasi Mumtaz dan kawan-kawan sebenarnya sudah selesai di atas, sudah saling memaafkan dan saling bercanda dan saling memahami satu sama lain."

"Maka kita juga kaget ketika pihak Garuda atau Pak Nawawi melaporkan itu, esensinya apa sih? Sebenarnya menurut saya tidak perlu diperpanjang. Nah ini sedang kita coba mediasi dengan pihak Garuda," ujar Yandri.

Yandri berharap agar laporan polisi tersebut tidak dilanjutkan supaya tidak terjadi kegaduhan.

Anak Amien Rais Dilaporkan Wakil Ketua KPK setelah Terlibat Cekcok di Pesawat, Ini Kata Polisi

"Intinya kalau itu memang diproses, Mumtaz sebagai warga negara yang baik pasti akan mengikuti proses."

"Tapi alangkah baiknya itu tidak dilanjutkan sehingga tidak ada kegaduhan atau tidak ada persepsi yang lain-lain."

"Tapi kita juga minta Mumtaz untuk ambil pelajaran dari peristiwa ini jangan sampai salah persepsi lagi dan terjadi lagi di waktu yang lain," pungkas Yandri.

Mumtaz Tak Terima Ditegur

Sebelumnya diberitakna, keributan itu terjadi di saat mereka tengah berada dalam rute pesawat yang sama dalam pesat Garuda Indonesia, GS 643 rute Gorontalo - Makassar- Jakarta pada Rabu (12/8/2020).

Halaman
12
Sumber: TribunWow.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved