Breaking News:

Virus Corona

Singgung Pemberitaan Media Asing yang Sebut Indonesia Gagal Tangani Corona, Erick Thohir: Tidak Fair

Erick Thohir kembali menyinggung pemberitaan media asing yang menggambarkan Indonesia gagal total menangani pandemi Covid-19.

Warta Kota/Henry Lopulalan
Pengusaha Erick Thohir usai bertemu dengan Presiden Joko Widodo di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (21/10/2019). Menurut Presiden Joko Widodo akan memperkenalkan jajaran kabinet barunya usai dilantik Minggu (20/10/2019) kemarin untuk masa jabatan keduanya bersama Wapres Ma'ruf Amin periode tahun 2019-2024. 

TRIBUNPAPUA.COM - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir kembali menyinggung pemberitaan media asing yang menggambarkan Indonesia gagal total menangani pandemi Covid-19.

Padahal bila mengacu pada data angka kematian dibanding dengan jumlah populasi, Indonesia tidak seburuk negara lain, seperti Amerika Serikat, Rusia, dan India.

"Nah, ini yang lucu, kadang-kadang asumsi di luar negeri ini kayaknya kita gatot, gagal total. Ya kalau kita dibandingkan dengan negara yang jauh lebih kecil populasinya, yang sepersepuluh, tidak fair. Apalagi kita ini kepulauan, bukan semua daratan," kata Erick dalam diskusi daring, Sabtu (15/8/2020).

Menurut Erick, kebijakan Presiden Jokowi membuka karantina wilayah (lockdown) adalah salah satu kebijakan yang tepat.

Bandingkan dengan Negara Lain, Erick Thohir Sebut Keputusan Indonesia Tidak Lockdown Sudah Tepat

Kebijakan itu, kata Erick, membawa pertumbuhan ekonomi RI lebih baik dibanding negara lain, meski mencatat angka minus.

Pembukaan karantina wilayah ke masa transisi mencerminkan aspek kesehatan dan ekonomi berjalan beriringan.

"Kalau kita bandingkan, pertumbuhan ekonomi Malaysia -17,1, Filipina -16,5, Singapura -12,6. Jadi kebijakan Bapak Presiden sudah sangat tepat. Jadi kita enggak usah berdebat lagi," imbuhnya.

Apalagi lembaga dunia seperti Dana Moneter Internasional (IMF), Bank Dunia, hingga OECD memprediksi ekonomi RI kembali tumbuh positif pada 2021.

Soal Komisaris BUMN Jarang Hadir Rapat, Erick Thohir: Kalau Ngantor Sebulan Sekali, Mahal Tuh Gaji

IMF memprediksi ekonomi RI tumbuh 6,1 persen, Bank Dunia 4,8 persen, dan OECD 5,5 persen.

"Kalau bangsa luar percaya, masa bangsa kita yang pesimis. Karena itu Indonesia menargetkan tumbuh 4,5 sampai 5,5 persen (tahun 2021)," pungkasnya(Kompas.com/Fika Nurul Ulya)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Media Asing Sorot Penanganan Covid-19 RI, Erick Thohir: Lucu, Tidak Adil"

Editor: Astini Mega Sari
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved