Breaking News:

Unggah Foto Sejumlah Uang, Fahri Hamzah Pamerkan Honor Jadi Pembicara di ILC: Terasa Sekali

Wakil Ketua Umum Partai Gelora, Fahri Hamzah mengungkap jumlah honornya menjadi pembicara di Indonesia Lawyers Club pada Selasa (18/8/2020).

Editor: Astini Mega Sari
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Fahri Hamzah 

"Honor bicara di @tconenews malam ini terasa sekali," tulis Fahri dengan emoji tertawa dan tanda terima kasih.

Dikritik karena Terima Bintang Tanda Jasa dari Jokowi, Fadli Zon: Kalau Saya Kembalikan Kurang Sopan

Sementara itu setelah menjadi pembicara di acara ILC, Fahri lantas mengungkap honornya.
Sementara itu setelah menjadi pembicara di acara ILC, Fahri lantas mengungkap honornya. (Twitter @fahrihamzah)

Tanggapan Santai soal Dianggap Belum Patut Diberi Bintang Tanda Jasa

Fahri Hamzah menanggapi santai soal kritikan terkait diberikannya penghargaan Presiden Joko Widodo (Jokowi) padanya.

Satu di antara yang mengkritik dirinya diberi Bintang Mahaputra Nararya adalah Politikus Demokrat, Ferdinan Hutahaean.

Dikabarkan bahwa penghargaan itu diberikan atas jasa mereka sebagai Wakil Ketua DPR.

Mantan Pimpinan DPR Fahri Hamzah dan Fadli Zon, di Istana Negara, Kamis (13/8/2020). Fahri buka suara soal dirinya menerima penghargaan tanda jasa dari Presiden Joko Widodo.
Mantan Pimpinan DPR Fahri Hamzah dan Fadli Zon, di Istana Negara, Kamis (13/8/2020). Fahri buka suara soal dirinya menerima penghargaan tanda jasa dari Presiden Joko Widodo. (YouTube Sekretariat Presiden)

 Jika benar demikian, Ferdinand Hutahaean justru menilai penghargaan ini seperti hanya meneruskan tradisi saja.

Sehingga, ia menilai kebijakan itu harus dievaluasi.

"Nah kalau memang hanya karena beliau Mantan Pemimpin DPR ya seperti yang saya saya bilang tadi ini hanya meneruskan tradisi, tidak ada nilai lebih tidak ada sesuatu poin yang bisa kita ambil dari sini."

"Apa yang saya komentari kalau sekedar meneruskan tradisi, berarti Bintang Maha Putra ini diobral begitu saja dan kalau memang hanya posisinya karena pimpinan DPR dapat Bintang Maha Putra, saya pikir ke depan harus dievaluasi aturannya," jelas Ferdinand dikutip dari channel YouTube Talk Show tvOne pada Jumat (14/8/2020).

Ferdinand mengatakan, jika memang penghargaan diberikan kepada seseorang yang telah menjabat di suatu lembaga tertentu, seharusnya semuanya juga mendapat bagian.

Namun, bintang yang diberikan bukan Bintang Mahaputra Nararya karena dianggap terlalu tinggi.

"Bahwa harus dinyatakan di undang-undang itu bahwa semua pejabat dan pimpinan dalam level tertentu wajib mendapatkan."

Halaman
1234
Sumber: TribunWow.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved