Breaking News:

Perang Antarsuku Terjadi di Jayawijaya Papua, Kapolres Tolak Permintaan Kedua Pihak: Perang 3 Hari

Sebanyak dua kelompok massa yang bentrok di Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua, masih berusaha saling serang.

(Dok Penerangan Kodim 1702/Jayawijaya)
Kondisi Kampung Meagama, Distrik Hubikosi, dimana terdapat 10 honai terbakar akibat bentrok antar dua massa, Jayawijaya, Papua, Rabu (19/8/2020) 

TRIBUNPAPUA.COM - Sebanyak dua kelompok massa yang bentrok di Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua, masih berusaha saling serang. Kasus bentrokan itu masih berlanjut.

Kapolres Jayawijaya AKBP Dominggus Rumaropen telah berusaha membuka komunikasi dengan kedua belah pihak.

Menurutnya, kedua kelompok meminta polisi membiarkan mereka melakukan perang antarsuku di tempat terbuka.

"Iya itu permintaan dari kedua kubu, supaya kami membiarkan mereka perang suku selama tiga hari di tempat terbuka," ujar Dominggus yang dihubungi melalui telepon, Jumat (21/9/2020).

Dominggus memastikan, tidak mengabulkan permintaan kedua kelompok tersebut.

Ia berusaha meminta kedua belah pihak untuk menahan diri.

Bentrokan yang terjadi di Kampung Meagama, Wamena, itu terjadi sejak Rabu (19/8/2020). Saat itu, 10 rumah honai terbakar dan delapan orang terluka.

Pembunuhan Sadis di Papua, Jasad Seorang Warga Penuh Luka Serta Anak Panah Masih Menancap

Dominggus mengatakan, polisi telah menyekat pergerakan kedua kelompok dengan menjaga sejumlah wilayah perbatasan.

Aparat keamanan telah berada di sejumlah titik penjagaan selama tiga hari terakhir. Mereka menginap di sana.

Sampai saat ini, kata Dominggus, kedua kelompok masih berusaha saling serang.

Halaman
12
Editor: Roifah Dzatu Azmah
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved