Breaking News:

Saksi Kasus Salah Tembak kepada 3 Warga Bertambah, Polisi: Saya Imbau Masyarakat Jangan Terprovokasi

Propam sudah memeriksa 16 polisi yang menjadi saksi dalam penembakan 3 warga di Makassar.

Editor: Roifah Dzatu Azmah
(KOMPAS.com/LAKSONO HARI WIWOHO)
ilustrasi polisi menembak 

TRIBUNPAPUA.COM - Jumlah saksi yang diperiksa Bidang Profesi dan Pengamanan (Propam) Polda Sulsel terkait penembakan yang menewaskan satu warga Jalan Barukang, Makassar, kembali bertambah. 

Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol Ibrahim Tompo mengatakan, Propam sudah memeriksa 16 polisi yang menjadi saksi dalam penembakan tersebut. 

"Propam Polda sudah turun dan saat ini telah melakukan pemeriksaan terhadap anggota yang bertugas saat itu, dan sampai saat ini telah diperiksa 16 anggota terkait prosedur yang mereka laksanakan saat bertugas," kata Ibrahim melalui pesan singkat, Senin (31/8/2020).

Ibrahim mengatakan, kasus penembakan tersebut masih didalami bidang Propam.

Namun dia mengatakan, senjata api yang digunakan petugas saat melakukan penembakan juga telah disita.

Viral Video Bocah Terbang Tertarik Layangan Raksasa Buat Warga Heboh, Begini Nasibnya Kini

"Oleh karena itu pada kesempatan ini, saya imbau kepada masyarakat agar tidak mudah terprovokasi dan mendukung ajakan-ajakan yang tidak bertanggung jawab sehingga mengganggu stabilitas kamtibmas di daerah kita," ujar Ibrahim. 

Sebelumnya diberitakan, tiga pemuda di Jalan Barukang, Kecamatan Ujung Tanah, Makassar, dilarikan ke rumah sakit usai menjadi korban penembakan polisi, Minggu (30/8/2020) dini hari

Tiga pemuda yang mengalami luka tembakan tersebut ialah Anjas (23), Iqbal (22), dan Amal (18) (sebelumnya ditulis Amar).

Anjas yang sempat kritis setelah mengalami luka tembak di kepala dinyatakan meninggal dunia pada Minggu sore.

Sementara Iqbal dan Amal mengalami luka tembak di bagian betis.

(Kompas.com/ Kontributor Makassar, Himawan)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Penembakan 3 Warga di Makassar, 16 Polisi Diperiksa dan Senjata Penembak Disita"

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved