Breaking News:

Dirut Pertamina Buka Suara soal Wacana Penghapusan Premium dan Pertalite

Isu penghapusan Premium dan Pertalite kembali berembus. Ini kata Direkttur Utama Pertamina.

TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Dirut Pertamina Nicke Widyawati berjalan meninggalkan gedung KPK usai menjalani pemeriksaan di Jakarta, Senin (17/9/2018). Nicke diperiksa sebagai saksi kasus dugaan suap terkait kesepakatan kontrak kerja sama pembangunan PLTU Riau-1, dengan tersangka Eni Maulani Saragih dan Idrus Marham. 

TRIBUNPAPUA.COM -. Isu penghapusan Premium dan Pertalite kembali berembus.

Kali ini, rencana penghapusan dua bahan bakar minyak ini dibahas dalam agenda Rapat Dengar Pendapat (RDP) antara PT Pertamina dan Komisi VII DPR RI pada Senin (31/8/2020).

Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati menjelaskan penyederhanaan produk Bahan Bakar Minyak (BBM) mengikuti ketentuan dalam Peraturan Menteri Kementerian Lingkungan Hidup dan kehutanan No 20 Tahun 2019 yang mensyaratkan standar minimal RON 91.

Nicke memaparkan, saat ini masih ada dua produk di bawah RON 91 yang masih dijual yakni Ron 88 (Premium) dan RON 90 (Pertalite).

"Kita akan mencoba melakukan pengelolaan hal ini karena sebetulnya premium dan pertalite ini porsi konsumsinya paling besar," kata Nicke, Senin (31/8/2020).

Ingatkan Jangan Ada Korupsi di Pertamina, Ahok: Saya Digaji untuk Selamatkan Uang Pertamina

Nicke melanjutkan, hanya tinggal 7 negara yang masih menjual produk gasoline di bawah RON 90 yakni Bangladesh, Colombia, Mesir, Mongolia, Ukraina, Uzbekistan dan Indonesia.

Menurutnya, padahal Indonesia masuk dalam kelompok negara yang memiliki GDP US$ 2.000 hingga US$ 9.000 per tahun.

Berdasarkan klasifikasi tersebut, Indonesia menjadi satu-satunya negara yang memasarkan jumlah jenis produk BBM paling banyak yakni 6 jenis produk.

"Jadi itu alasan yang paling penting kenapa kita perlu mereview kembali varian BBM ini, karena benchmark 10 negara seperti ini," kata Nicke.

Di sisi lain, CEO Subholding Commercial and Trading Pertamina Mas'ud Khamid mengungkapkan, memang terjadi penurunan penjualan produk Premium sejak awal tahun 2019 hingga pertengahan 2020.

Kerja Bareng, Dirut Pertamina Berseloroh soal Follower Ahok di Medsos: Tak Perlu Lagi Endorser Mahal

"Daily sales premium di awal 2019 di kisaran 31 ribu hingga 32 ribu kiloliter per day, Pertamax sekitar 10 ribu kiloliter, artinya penjualan premium tiga kali penjualan pertamax," terang Mas'ud,

Halaman
12
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved