Breaking News:

Wakil Ketua Komisi VII Dukung Penghapusan Premium-Pertalite, Kualitas Lingkungan Hidup Jadi Alasan

Pertamina berencana menghapus BBM dengan oktan (RON) rendah dibawah 91 yakni jenis Premium dan Pertalite yang dinilai tidak ramah lingkungan.

Tribunnews/Jeprima
Petugas saat mengisi BBM mobil di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) milik PT Pertamina di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (31/8/2018). Saat ini sebanyak 60 terminal BBM Pertamina telah menyalurkan Biodiesel 20 persen atau B20 untuk PSO (Public Service Obligation/Subsidi). 

TRIBUNPAPUA.COM - Pertamina berencana menghapus BBM dengan oktan (RON) rendah dibawah 91 yakni jenis Premium dan Pertalite yang dinilai tidak ramah lingkungan.

Rencana itu didukung oleh Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Eddy Soeparno.

"Pada prinsipnya kami sepakat untuk penghapusan secara bertahap Premium dan Pertalite dari pasaran,"  ujar Eddy, ketika dihubungi Tribunnews.com, Rabu (2/9/2020).

"Karena memang kalau dilihat di seluruh dunia yang menggunakan BBM yang kadarnya dibawah RON 91 itu tidak banyak. Indonesia termasuk diantaranya, ada Mongolia, ada Uzbekistan, ada Bangladesh," imbih dia.

Apa alasan Eddy sepakat untuk menghapus kedua jenis BBM tersebut?

Eddy mengungkap mengontrol kualitas lingkungan yakni polusi udara merupakan bentuk tanggung jawab semua pihak, khususnya para pengguna kendaraan bermotor.

Menurutnya semua pihak berhak pula untuk menghirup udara yang lebih bersih dengan menggunakan BBM yang lebih ramah lingkungan.

Dirut Pertamina Buka Suara soal Wacana Penghapusan Premium dan Pertalite

"Kami merasa mengontrol kualitas lingkungan hidup khususnya penanganan polusi udara itu bentuk tanggung jawab kita semua, terutama para pengguna kendaraan bermotor kepada saudara-saudara kita yang berhak untuk menghirup udara yang lebih bersih," kata dia.

Oleh karenanya, politikus PAN tersebut meminta Pertamina memberlakukan masa transisi dan sosialisasi yang memadai terkait peralihan Premium dan Pertalite ke BBM yang lebih ramah lingkungan bisa diterima dengan baik oleh masyarakat.

"Jadi tanpa ada riak dan gejolak yang tinggi. Kami yakin masyarakat Indonesia pun peduli pada kualitas lingkungan hidup, sehingga berani membayar BBM dengan harga yang di atas Premium dan Pertalite sepanjang dikomunikasikan dengan baik," pungkasnya.

Sebelumnya, PT Pertamina (Persero) tengah meninjau kembali penggunaan BBM beroktan rendah di bawah 91, yaitu Premium dan Pertalite.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved