Breaking News:

Virus Corona di Papua

Ketika Sulitnya Akses Masuk Wilayah Jadi Keuntungan Kabupaten Puncak Papua di Tengah Pandemi Corona

Keterbatasan akses yang selama ini menjadi masalah bagi masyarakat dan Pemerintah Kabupaten Puncak, Papua, justru memberikan keuntungan selama pandemi

Tribunnews/Jeprima
Bupati Puncak, Willem Wandik saat ditemui pada acara iNews Maker Awards 2017 di kawasan Kebon Sirih, Senin (22/5/2017). Willem Wandik meraih apresiasi tokoh pembangunan infrastruktur daerah terisolir. Penghargaan itu diberikan untuk memberikan apresiasi kepada pelopor pembangunan di daerah Puncak Jaya yang dikenal sebagai daerah terisolir. 

TRIBUNPAPUA.COM - Keterbatasan akses yang selama ini menjadi masalah bagi masyarakat dan Pemerintah Kabupaten Puncak, Papua, justru memberikan keuntungan selama pandemi Covid-19.

Bupati Puncak Willem Wandik mengatakan, sulitnya akses masuk ke wilayahnya mempermudah gugus tugas Covid-19 setempat mengendalilkan lalu lintas manusia.

Kabupaten Puncak hanya bisa dicapai lewat jalur udara.

Penerbangan bisa ditempuh dari Jayapura, Nabire, dan Mimika, menuju Bandara Ilaga, Puncak.

"Kalau seandainya ada jalan darat, akses dari mana-mana masuk, kemungkinan besar kita akan sulit, tapi dengan satu-satunya jalur masuk melalui udara, dan Covid-19 ini dari luar," kata Willem di Jayapura, Selasa (15/9/2020).

Sejak pandemi Covid-19 masuk ke Papua, Kabupaten Puncak mengambil langkah cepat menutup akses bandara untuk penumpang. Aktivitas penerbangan hanya diizinkan untuk barang.

Aturan itu diberlakukan tanpa pengecualian. Willem bahkan pernah tertahan di Jayapura karena penutupan akses penerbangan itu.

"Saya saja tertahan di sini (Jayapura) sampai empat bulan," kata dia.

Setelah adanya relaksasi, akses masuk dan keluar manusia kembali dibuka dengan persyaratan ketat.

Willem menjelaskan, hanya masyarakat yang memiliki kepentingan sangat mendesak yang diperbolehkan masuk atau keluar Kabupaten Puncak.

2 Tukang Ojek di Intan Jaya Ditembak KKB, Diduga Ulah Kelompok Karel Tipagau dan Undius Waker

Halaman
123
Editor: Astini Mega Sari
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved