Breaking News:

Korea Utara Gelar Investigasi Besar-besaran setelah Temukan Gambar Kim Jong Un Digunting

Pemerintah Korea Utara menggelar penyelidikan besar-besaran setelah gambar pemimpin tertinggi mereka, Kim Jong Un, mengalami kerusakan.

AFP/STR/KCNA MELALUI KNS
Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un berbicara dalam pertemuan Biro Politik Komite Sentral Komite Sentral Partai Buruh Korea (WPK) di Pyongyang. Foto diambil pada Sabtu (11/4/2020) dan dirilis Kantor Berita Pusat Korea (KCNA). 

TRIBUNPAPUA.COM - Pemerintah Korea Utara menggelar penyelidikan besar-besaran setelah gambar pemimpin tertinggi mereka, Kim Jong Un, mengalami kerusakan.

Departemen Propaganda dan Agitasi Komite Pusat Partai Buruh Koera menyatakan mereka juga akan membuat pelatihan ideologi untuk menyelesaikannya.

Kebijakan itu ditelurkan setelah pemerintah melihat ada yang menggunting gambar Kim Jong Un, yang kini menjadi "publikasi Nomor 1".

Pyongyang dilaporkan bakal melacak yang memperlakukan gambar pemimpin tertinggi mereka, dan bakal menghukumnya sekeras mungkin.

Sumber internal Korea Utara kepada Radio Free Asia mengungkapkan, departemen propaganda dan agitasi menghelat penyelidikan ideologi hingga ke tingkat kecamatan.

Setiap Hari, Korea Utara Wajibkan Anak-anak Belajar soal Kim Jong Un Selama 90 Menit

Menurut sumber, pemerintah melaksanakan inspeksi itu sebagai bentuk kritik kepada "proyek ideologi" otoritas setempat sekaligus memperkuat kesetiaan mereka.

"Penyelidikan ini dilakukan karena rakyat membiarkan publikasi nomor 1, berisi foto Kim Il Sung, Kim Jong Il, hingga Kim Jong Un rusak," ujar dia.

Dilansir Daily Express Sabtu (19/9/2020), sumber itu menuturkan ada oknum yang menjual buku bergambar tiga pemimpin tertinggi dalam keadaan rusak.

Sumber yang merupakan pejabat internal itu mengatakan, Pyongyang bakal memberi hukuman tegas bagi pelakunya karena dianggap sudah menghina pemimpin mereka.

"Perintah secara nasional itu dimaksudkan agar tidak ada lagi yang coba-coba menjualnya dalam bentuk guntingan," kata dia.

Halaman
12
Editor: Astini Mega Sari
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved