Breaking News:

Perkosa dan Hamili Anak Kandungnya Sendiri, Napi Ini Tewas Dianiaya Tahanan Lain di Penjara

Seorang orang narapidana tahanan Polres Serdang Bedagai (Sergai) tewas seusai dianiaya oleh sesama tahanan di dalam ruang sel.

TRIBUN MEDAN/HO
PENYIDIK Satreskrim Polres Sergai melakukan pemeriksaan terhadap para tahanan yang ada di dalam ruang tahanan, Sabtu (26/9/2020) malam. Artikel ini telah tayang di tribun-medan.com dengan judul Cabuli Anak Kandungnya hingga Hamil, TS Tewas Dianiaya Tahanan Polres Sergai, https://medan.tribunnews.com/2020/09/27/cabuli-anak-kandungnya-hingga-hamil-ts-tewas-dianiaya-tahanan-polres-sergai?_ga=2.31937273.61108606.1601251964-59760942.1594028048. Penulis: Indra Gunawan Editor: Truly Okto Hasudungan Purba 

TRIBUNPAPUA.COM - Seorang orang narapidana tahanan Polres Serdang Bedagai (Sergai) tewas seusai dianiaya oleh sesama tahanan di dalam ruang sel.

Korban adalah TS (43) warga Kecamatan Sei Bamban Kabupaten Sergai. Ia merupakan tersangka kasus cabul yang baru satu hari ditangkap petugas.

Informasi yang dihimpun, TS meninggal dunia di rumah sakit Sultan Sulaiman Sei Rampah, Sabtu (26/9).

Saat itu tubuhnya penuh dengan luka lebam karena dihajar ramai-ramai oleh para tahanan. Kasus kematiannya ini pun kini sedang didalami oleh Polres Sergai.

Kapolres Serdang Bedagai, AKP Robin Simatupang menjelaskan TS sebelumnya ditangkap atas laporkan dari istrinya R Butar-Butar karena telah melakukan pencabulan terhadap anak kandungnya sendiri yang masih berusia 14 tahun.

Disebut anak kandungnya itupun sampai hamil karena perbuatannya.

Seorang Guru Tega Racuni 25 Muridnya hingga Seorang Tewas, Kini Dapat Hukuman Mati

Diduga karena kasusnya ini diketahui oleh tahanan lain membuat para tahanan geram dan melakukan penganiayan di dalam sel.

"Jadi hari Sabtu dini hari piket jaga tahanan mendengar keributan dari dalam sel dan seorang tahanan melaporkan kepada petugas kalau tersangka pemerkosaan tersebut dalam keadaan lemas dan tergeletak. Baru kemudian tersangka dilarikan ke RSU Sultan Sulaiman Sei Rampah untuk dilakukan perawatan," ujar Robin Simatupang Minggu, (27/9/2020).

Tersangka tersebut, lanjut Robin baru meninggal dunia sekitar pukul 06.10 WIB. Dari Sultan Sulaiman selanjutnya jasadnya dibawa ke rumah sakit Bhayangkara Medan untuk selanjutnya menjalani autopsi.

Diakui kalau saat ini sudah ada puluhan orang tahanan yang ada di dalam sel sudah dimintai keterangannya.

"Ya akibat kematian tersangka kita telah melakukan pemeriksaan terhadap seluruh tahanan satu Blok yang berjumlah 47 tahanan. Dari hasil pemeriksaan diketahui bahwa 17 tahanan menjelaskan tidak suka dan benci terhadap tersangka dan merasa arogan, karena telah melakukan persetubuhan dengan anak kandung sendiri. Ditambah sel tahanan over kapasitas, sempit, padat dan pengap mengakibatkan tahanan kurang istirahat, tidak nyaman serta mudah emosi," kata Robin.

Kisah TKI Sulis Kabur dari Kekejaman Majikan di Singapura, Diam-diam Turuni Balkon dari Lantai 15

Pada 25 September lalu masyarakat juga sempat menghakimi tersangka TS. Saat itu yang bersangkutan sempat diamankan oleh Kepala Desa Gempolan dan menyerahkannya ke Unit PPA Satreskrim.

Berdasarkan adanya laporan dilakukan penahananan terhadap tersangka. Tersangka saat itu dijerat dengan Pasal 81 ayat (1), (2),(3) Jo Pasal 76 D Subs Pasal 82 Ayat (1) (2) Jo Pasal 76 E dari UU RI No. 17 Tahun 2016 Tentang Peraturan Pemerintah Pengganti UU RI Nomor 17 Tahun 2016 Tentang Perlindungan Anak.

(dra/tribun-medan.com)

Editor: Roifah Dzatu Azmah
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved