Breaking News:

Cerita Menegangkan Anggota TNI Hadapi KKB Bersenjata di Pasar Jibama, Baku Tembak Tak Bisa Dihindari

Kontak senjata antara kelompok kriminal bersenjata (KKB) dan TNI-Polri sering pecah di Provinsi Papua.

Editor: Roifah Dzatu Azmah
(KOMPAS.COM/DHIAS SUWANDI)
Dandim 1702 Jayawijaya, Letkol Inf. Candra Dianto 

TRIBUNPAPUA.COM - Kontak senjata antara kelompok kriminal bersenjata (KKB) dan TNI-Polri sering pecah di Provinsi Papua.

Kontak senjata umumnya terjadi saat anggota KKB menyamar dan memasuki wilayah kota. Atau, ketika keberadaan mereka terdeteksi aparat keamanan.

Tak jarang, kontak senjata juga terjadi di alam terbuka. Hal ini ini membuat aparat keamanan kesulitan menangkap anggota KKB yang lebih menguasai medan.

Suasana mencekam terasa ketika kontak senjata antara KKB dan aparat keamanan pecah. Ketegangan itu tak cuma dirasakan masyarakat, tapi juga aparat keamanan.

Dandim 1702/ Jayawijaya Letkol Inf Candra Dianto pernah merasakan ketegangan itu. Candra menceritakan pengalamannya saat wawancara bersama Kompas.com pada Juli 2020.

Candra masih ingat 30 menit ketegangan yang terjadi di Pasar Jibama, Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua, pada 23 Agustus 2019 itu.

Saat itu, aparat gabungan TNI-Polri sedang melakukan patroli rutin. Ketika patroli, mereka mendapatkan laporan ada sekelompok orang bersenjata api yang berulah di Pasar Jibama.

"Saat kita mau melintas di Pasar Jibama, tiba-tiba masyarakat riuh, kemudian laporan dari masyarakat dan Pospol Jibama melaporkan bahwa ada KKB bawa senjata. Sepertinya mereka dalam kondisi dipengaruhi miras," kata Candra lewat sambungan telepon.

Ketika di lokasi, tiga anggota KKB yang diduga membawa senjata api laras panjang kabur ke arah belakang pasar.

Mereka meninggalkan seseorang diduga anggota KKB di sebuah mobil Kijang yang terparkir di area pasar.

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved