Breaking News:

8 Orang Positif Jadi Kasus Pertama Covid-19 di Kabupaten Asmat Papua, Diduga Tertular karena Ini

Sebanyak delapan orang di Kabupaten Asmat, Papua, terkonfirmasi terjangkit Covid-19.

(the new york times)
ilustrasi virus corona 

TRIBUNPAPUA.COM - Sebanyak delapan orang di Kabupaten Asmat, Papua, terkonfirmasi positif Covid-19.

Pjs Bupati Asmat Triwarno Purnomo mengatakan, kedelapan orang itu sebelumnya telah dilakukan pemeriksaan swab di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Agats.

Hasil swab itu kemudian dibawa ke RSUD Merauke untuk dilakukan pemeriksaan melalui tes cepat molekuler (TCM), dan hasilnya dinyatakan terkonfirmasi positif Covid-19.

"Hasil pemeriksaan TCM RSUD Merauke diketahui bahwa 8 orang yang di-swab di RSUD Agats terkonfirmasi positif Covid-19," kata Triwarno saat menggelar pertemuan dengan Forkopimda setempat, Sabtu (17/10/2020).

Menurut Triwarno, sejak tiba di Asmat pada 4 Oktober 2020, dia sudah mengingatkan kepada semua pihak untuk tidak lengah, meski masih dalam zona hijau penyebaran Covid-19.

"Awal-awal saya sudah sampaikan bahwa walaupun zona hijau tetap kita perlu waspada, jangan lengah karena virus ini kita tidak tahu siapa yang terjangkit," ujar Triwarno.

Baca juga: Update Virus Corona di Papua dan Papua Barat 17 Oktober: Total Kasus Positif Capai 11.633

Triwarno pun mengajak semua pihak tetap menjaga Kabupaten Asmat dari penyebaran Covid-19, dengan mematuhi protokol kesehatan dengan tetap memakai masker, cuci tangan dengan sabun di air mengalir yang bersih, dan menjaga jarak.

"Kita punya tanggung jawab, semua pihak punya tanggung jawab untuk menjaga Kabupaten Asmat agar Covid-19 di Asmat segera tertangani baik, sehingga tidak ada penyebaran dan penemuan suspek baru karena prioritas kita saat ini adalah mengutamakan kesehatan dan keselamatan masyarakat di Kabupaten Asmat," ujar Triwarno.

Sementara itu, Satgas Kesehatan Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Asmat dr. Steven Langi mengatakan, dari delapan orang yang terjangkit sebagian besar mengalami gangguan penciuman dan pengecapan.

"Sebagian besar ada gangguan penciuman dan pengecapan," kata dr. Steven saat dihubungi Kompas.com, Sabtu malam.

Halaman
12
Editor: Roifah Dzatu Azmah
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved