Breaking News:

Minta Polri dan Kejaksaan Tuntaskan Kasus Penembakan Pendeta Yeremia, Mahfud MD: Tanpa Pandang Bulu

Mahfud MD meminta polisi dan kejaksaan menuntaskan kasus penembakan yang menewaskan Pendeta Yeremia Zanambani tanpa pandang bulu.

Editor: Astini Mega Sari
(KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMO)
Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan, Mahfud MD sebelum pelantikan menteri-menteri Kabinet Indonesia Maju di Istana Negara, Jakarta, Rabu (23/10/2019). Presiden RI Joko Widodo mengumumkan dan melantik Menteri-menteri Kabinet Indonesia Maju serta pejabat setingkat menteri. 

TRIBUNPAPUA.COM - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD meminta polisi dan kejaksaan menuntaskan kasus penembakan yang menewaskan Pendeta Yeremia Zanambani tanpa pandang bulu.

Permintaan itu sehubungan dengan temuan Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) yang menunjukkan adanya dugaan keterlibatan aparat dalam pembunuhan Pendeta Yeremia di Intan Jaya, Papua.

"Pemerintah meminta Polri dan Kejaksaan untuk menyelesaikannya sesuai dengan hukum yang berlaku tanpa pandang bulu," ujar Mahfud dalam konferensi pers, Rabu (21/10/2020).

Mahfud memastikan pemerintah akan mendorong penuntasan kasus tersebut sesuai dengan hukum yang berlaku, baik hukum pidana maupun hukum administrasi negara.

Baca juga: Mahfud MD Ungkap Hasil Investigasi TGPF, Ada Dugaan Aparat Terlibat dalam Penembakan Pendeta Yeremia

Berkaitan dengan hukum administrasi negara, Mahfud mempercayakan kepada institusi terkait agar mengambil tindakan sesuai hukum yang berlaku.

"Menyerahkannya kepada institusi terkait untuk diselesaikan, agar mengambil tindakan sesuai hukum yang berlaku pula," kata dia.

Pendeta Yeremia Zanambani tewas dengan luka tembak di Kampung Hitadipa, Distrik Hitadipa, Kabupaten Intan Jaya, Papua, Sabtu (19/9/2020).

Pihak TNI menyebut Yeremia tewas ditembak kelompok kriminal bersenjata (KKB).

Namun, Juru Bicara Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) Sebby Sambon mengatakan, korban tewas dibunuh aparat TNI.

Baca juga: KKB Diduga Terlibat Penembakan 2 Prajurit TNI dan 1 Warga Sipil Menurut Hasil Investigasi TGPF

Kabid Humas Polda Papua Kombes AM Kamal juga membantah tuduhan bahwa TNI menjadi pelaku penembakan terhadap Pendeta Yeremia hingga tewas.

Kamal beralasan, tidak ada pos TNI di Hitadipa.

Menurut dia, apa yang disampaikan Jubir TPNPB tidak berdasar dan hanya ingin memperkeruh suasana.

(Kompas.com/Achmad Nasrudin Yahya)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Mahfud Minta Penuntasan Kasus Pembunuhan Pendeta Yeremia Tanpa Pandang Bulu

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved