Breaking News:

Soal Kasus Penembakan Pendeta Yeremia di Papua, YLBHI: Jangan sampai Ada Pengingkaran Fakta

YLBHI mengingatkan negara tak boleh mengingkari fakta atas kasus pembunuhan Pendeta Yeremia Zanambani di Intan Jaya, Papua.

Tribunnews.com/Chaerul Umam
Ketua Divisi Advokasi Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) Muhammad Isnur. 

TRIBUNPAPUA.COM - Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia ( YLBHI) mengingatkan negara tak boleh mengingkari fakta atas kasus pembunuhan Pendeta Yeremia Zanambani di Intan Jaya, Papua.

Ketua Bidang Advokasi YLBHI Muhammad Isnur mengatakan negara perlu mengambil tindakan sehubungan dengan temuan Komnas HAM yang menunjukkan adanya dugaan keterlibatan oknum TNI.

"Jangan sampai ada pengingkaran fakta, harus diungkap dan yang bersalah tidak boleh disembunyikan, yang bersalah tidak boleh diberikan perlindungan," ujar Isnur saat dihubungi Kompas.com, Selasa (3/11/2020).

Isnur mengatakan pemerintahan melalui penegak hukum semestinya bernisiatif untuk menyikapi temuan Komnas HAM.

Inisiatif itu bisa dilakukan dengan melakukan penelusuran berdasarkan temuan Komnas HAM.

Baca juga: Kasus Penembakan Pendeta Yeremia di Papua, Komnas HAM Sebut Proyektil Peluru Hilang dari TKP

Sehingga, temuan Komnas HAM tersebut bisa menjadi modal awal untuk mengungkap dan menjerat hukum terhadap terduga pelaku.

"Harus segera diungkap fakta sesungguhnya sesuai temuan Komnas HAM dan diberikan sanksi yang tegas kepada pelakunya karena keadilan harus ditegakan," tegas Isnur.

Di sisi lain, Isnur menilai temuan Komnas HAM juga memperlihatkan jika negara sejak awal berupaya memanipulasi fakta pembunuhan Pendeta Yeremia.

Di mana TNI dan Polri sebelumnya menuding pelaku penembakan adalah Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB).

Namun, hal itu dibantah pihak Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB).

Halaman
12
Editor: Astini Mega Sari
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved