Breaking News:

Sedih Mengingat Sang Ibu yang Tewas Dibakar Pria yang Dikenalnya, Adit: Orangnya Tidak Jelas

Hati Aditya sedih mengingat kembali ibunya, Catur Atminingsih (54), yang telah meninggal dunia karena dibakar.

Editor: Roifah Dzatu Azmah
(KOMPAS.COM/DANI JULIUS)
Rekonstruksi pembakaran pada Pedukuhan Tawang, Kalurahan Banyuroto, Kapanewon Nanggulan, Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta. 

"(Ibu juga) tidak pernah cerita. Bahkan tidak pernah cerita kalau sampai niat nikah segala," kata Adit.

Adit hanya menemui kejanggalan di tiap Agus ke rumah.

Laki-laki setengah baya ini selalu meminta uang ke ibunya, baik untuk beli rokok hingga pulsa.

"Beli paket-an (pulsa). nggo tuku rokok (untuk beli rokok). Datang hanya untuk minta uang," kata Adit.

Ningsih, kata Adit, meminta Agus tidak lagi meminta uang dan menyuruhnya bekerja lebih giat.

Menurut Adit, Agus  tidak menggubris nasihat itu.

Sejauh ini, Adit mengetahui Agus pekerja serabutan. Ia juga tukang mengangkat pasir di kali Progo.

Pria ini tetap sering datang. Tiap datang, Ningsih memberi uang.

Adit mengingat bagaimana Ningsih rela memberi motor Yamaha Vega ketika Agus memintanya.

Baca juga: Kunci Jawaban TVRI SD Kelas 1 2 3 Kamis 12 November 2020: Pembelajaran Tematik

“Model orangnya itu orang yang tidak mau kerja. Maunya meminta terus,” kata Adit.

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved