Diet Mediterania Ampuh Turunkan Berat Badan hingga Redakan Stres, Ini Penjelasannya

Ada banyak cara meredakan stress, tergantung tingkat stres yang dialami. Salah satu cara yang bisa dicoba adalah menerapkan diet mediterania.

(Tribun Jateng/Hermawan Handaka)
ILUSTRASI. Konsumsi buah dan sayur bisa jadi cara diet alami. 

TRIBUNPAPUA.COM - Karena pandemi Covid-19 yang harus kita hadapi sepanjang tahun ini, membuat banyak orang merasa stres.

Mulai dari perubahan jadwal aktivitas sehari-hari, penerapan protokol kesehatan setiap keluar rumah, hingga mungkin masalah finansial yang tak terduga. Tak heran jika berbagai masalah psikologis muncul di tahun ini.

Masalahnya, stres tidak hanya memiliki efek negatif pada pekerjaan dan hubungan pribadi, tetapi juga meningkatkan risiko berbagai masalah kesehatan kronis, seperti penyakit jantung, penyakit Alzheimer, hingga dikaitkan dengan tingkat kematian yang lebih tinggi.

Ada banyak cara meredakan stress, tergantung tingkat stres yang dialami. Salah satu cara yang bisa dicoba adalah menerapkan diet mediterania.

Ya, diet yang selama ini terkenal untuk menurunkan berat badan, rupanya memiliki manfaat lain, yaitu meredakan stres.

Menurut sebuah studi baru yang dilakukan oleh para peneliti di Wake Forest School of Medicine, diet Mediterania adalah cara yang relatif mudah dan sehat untuk membantu mengurangi efek fisiologis stres.

Baca juga: 5 Cara dan Menu Diet Puasa yang Mudah Dilakukan, Cepat untuk Turunkan Berat Badan

 

Ilustrasi diet perut
Ilustrasi diet perut (dailymail.co.uk)

Melansir Medical Xpress, temuan studi yang telah diterbitkan secara online dalam jurnal Neurobiology of Stress ini, melakukan percobaan praklinis pertama untuk mengukur efek konsumsi jangka panjang dari diet Barat versus diet Mediterania terhadap stress, di bawah kondisi eksperimental terkontrol.

Carol A. Shively, Ph.D., profesor patologi dan kedokteran komparatif di Wake Forest School of Medicine dan peneliti utama studi tersebut memahami, bahwa stress sangat sulit dikontrol dan diredakan.

"Tapi kami tahu bahwa kami dapat mengontrol pola makan kami, dan studi observasi sebelumnya menunjukkan bahwa persepsi stres yang lebih rendah, dikaitkan dengan konsumsi buah dan sayuran yang tinggi,” kata Shively.

"Sayangnya, orang Amerika mengonsumsi makanan yang kaya protein hewani dan lemak jenuh, garam, dan gula. Jadi kami ingin mengetahui apakah diet itu memperburuk respons tubuh terhadap stres dibandingkan dengan diet Mediterania, di mana sebagian besar protein dan lemak berasal dari tumbuhan," jelasnya.

Para peneliti mempelajari efek stres kronis dari status sosial yang rendah dan stres akut karena terisolasi secara sosial selama 30 menit pada 38 hewan paruh baya, yang diberi makan makanan Mediterania atau Barat.

Baca juga: 4 Manfaat Buah Alpukat untuk Diet, Bisa Menahan Lapar hingga Kecilkan Lemak Perut

Makanan tersebut diformulasikan untuk mencerminkan pola makan manusia, dengan protein dan lemak yang sebagian besar berasal dari sumber hewani di kelompok Barat dan terutama dari sumber tumbuhan di kelompok Mediterania.

Untuk menentukan efek diet terhadap respons stres, para ilmuwan mengukur perubahan dalam sistem saraf simpatis dan parasimpatis, serta hormon kortisol kelenjar adrenal, sebagai respons terhadap stres akut dan kronis.

Sistem saraf simpatis terlibat dalam respons "lawan atau lari" dan mengatur fungsi tubuh seperti detak jantung dan tekanan darah.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved