Breaking News:

Cerita Penggali Makam Covid-19 di Samarinda: Tidak Tenang, Tiba-tiba Ditelepon Ada yang Meninggal

Menjadi petugas penggali makam Covid-19 bukanlah pekerjaan yang mudah lantaran harus selalu siap jika ada warga yang meninggal.

(Istimewa. )
Para penggali liang lahat untuk jenazah Covid-19 di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Jannah Raudlatul Jannah, Jalan Serayu, Kelurahan Tanah Merah, Samarinda, Senin (30/11/2020). 

Jika dalam sehari lubang-lubang yang disiapkan terisi penuh, lanjut Senin, mereka pun harus menyiapkan lubang baru.

“Begitu seterusnya. Pokoknya setiap hari ini pasti ada lubang kosong yang kita siapkan,” ungkapnya.

Masih dikatakan Senin, pada pertengahan Oktober 2020 lalu, mereka pernah memakamkan 10 jenazah dalam satu hari. Mereka pun terpaksa menyiapkan lubang secara mendadak.

Senin mengaku kadang lelah dan sedih dengan kondisi ini. Ia pun berharap kasus ini segera berakhir.

“Kadang kami meneteskan air mata melihat kubur jenazah yang enggak ada habisnya. Kami harap ini segera berakhirnya,” harapnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Taman dan Makam Dinas Perumahan dan Permukiman, Surya mengatakan, total tim penggali ada 9 orang.

Tugas mereka, sambung Surya, menggali dan menutup liang lahat.

Dari 9 orang tersebut, lanjutnya, dua orang jadi koordinator.

“Mereka selalu siapkan enam lubang kubur setiap harinya. Sejuah ini lancar saja, nyaris enggak ada kendala di lapangan,” jelasnya.

“Tapi kami harap mudah-mudahan segera berakhir dan enggak ada lagi kematian,” sambungnya.

(Kompas.com/ Kontributor Samarinda, Zakarias Demon Daton)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Cerita Senin, Penggali Makam Jenazah Covid-19: Suka Tidak Tenang, Tiba-tiba Ditelepon Ada yang Meninggal"

Editor: Roifah Dzatu Azmah
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved