Breaking News:

Pasien Dimakamkan dengan Protokol Covid-19, Keluarga Tak Terima dan Gugat RS Rp 5,3 Miliar

Seorang warga di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Ayong Karsiwen menggugat Rumah Sakit (RS)senilai Rp 5,3 miliar.

(the new york times)
ilustrasi virus corona 

TRIBUNPAPUA.COM - Seorang warga di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Ayong Karsiwen menggugat Rumah Sakit (RS) Dadi Keluarga Purwokerto senilai Rp 5,3 miliar.

Ayong tak terima suaminya, Hanta Novianto, yang meninggal di rumah sakit itu dimakamkan dengan protokol Covid-19.

Sebab, belakangan diketahui suaminya dinyatakan negatif Covid-19.

Dikutip dari Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP), Rabu (30/12/2020), gugatan itu didaftarkan di Pengadilan Negeri (PN) Purwokerto dengan nomor 86/Pdt.G/2020/PN.Pwt pada 21 Desember.

Dalam petitum, penggugat meminta majelis hakim mengabulkan gugatan untuk seluruhnya dan menyatakan tergugat melakukan perbuatan melawan hukum.

Baca juga: Ayah dan Anak serta 2 Pria Rudapaksa Gadis 14 Tahun, Korban Dicekoki Pil Anjing Gila hingga Lemas

Kemudian memerintahkan tergugat membayar kerugian materiil sebesar Rp 335 juta dan membayar kerugian imateriil sebesar Rp 5 miliar, sehingga total senilai Rp 5.335.000.000.

Sesuai jadwal yang tercantum di laman tersebut, sidang perdana diagendakan pada 20 Januari 2021.

Kuasa hukum penggugat, Dwi Amilono menjelaskan, Hanta meninggal pada 28 April 2020.

Suami dari penggugat itu dirawat karena mengidap penyakit paru di RS Dadi Keluarga Purwokerto sejak 26 April.

"Meninggal tanggal 28 April, masuk rumah sakit 26 April. Setelah meninggal dimakamkan dengan (protokol) Covid-19, (saat itu hasil swab) belum (keluar)," kata Dwi saat dihubungi, Rabu.

Halaman
12
Editor: Roifah Dzatu Azmah
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved