Breaking News:

Kasus Pembakaran Pesawat MAF di Intan Jaya, OPM Klaim Pesawat Angkut Mata-mata

Alasan OPM membakar pesawat yang melayani penerbangan ke daerah terpencil di Papua itu karena datang sebagai mata-mata dan sering mengangkut TNI/Polri

Tribunnews.com/istimewa
Pesawat MAF dibakar Kelompok Kriminal Bersenjata di Intan Jaya, Papua. 

"Kami yang memperjuangkan kemerdekaan Papua tidak akan lagi berkompromi dengan misionaris, dan kami juga siap untuk mengusir mereka karena para misionaris tersebut tidak menguntungkan bagi kehidupan masyarakat Papua," tandasnya.

"Ini kontroversi, tapi kami memiliki hak untuk menyampaikan sesuka hati kami," ujarnya.

MAF melayani penerbangan perintis ke pedalaman Papua terutama dalam mendukung pemberitaan Injil di daerah tersebut, juga untuk pengiriman logistik (termasuk kebutuhan pokok warga setempat), pendidikan, dan komunikasi serta kesehatan.

Baca juga: 2 Penumpang Pesawat yang Dibakar KKB Diperiksa, Polisi: Jangan Sampai Ada Indikasi Kesengajaan

Biasanya Pilot MAF dilatih untuk terbang di medan berat seperti pegunungan dan daerah pedalaman dan dapat mendarat dan lepas landas di landasan pendek (STOL).

Pesawat MAF dengan register PK-MAX yang dipiloti warga Amerika Alex Luferchek dibakar saat mengangkut kebutuhan pokok dan makanan.

Pesawat terbang dari Bandara Nabire menuju Bandara Kampung Pagamba, Intan Jaya, dan berhasil mendarat secara mulus.

Saat pesawat berhenti di landasan, tiba-tiba muncul sekitar 10 orang tidak dikenal dari balik semak-semak sekitar bandara.

Mereka membawa senjata api laras panjang dan laras pendek. Masyarakat yang ada di sekitar lapangan terbang langsung kabur.

Baca juga: Lokasi di Daerah Terpencil, Aparat Kesulitan Jangkau TKP Pembakaran Pesawat oleh KKB di Papua

Kelompok bersenjata lalu mengancam pilot dan memintanya ke luar pesawat.

Pilot lalu dibawah todongan senjata sempat disuruh duduk di tanah.

Selanjutnya kelompok bersenjata menurunkan barang-barang dalam pesawat. Setelah semua barang diturunkan, mereka lalu merusak dan membakar pesawat.

Sementara pilot berhasil melarikan diri dari lapangan terbang menuju kampung lain.

Keesokan harinya, pilot kemudian berhasil dijemput pihak MAF dengan pesawat lain.

(Kontributor Tribunnews.com, Banjir Ambarita)

Editor: Astini Mega Sari
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved