Breaking News:

Viral Pesan Suntikan Vaksin Jokowi Gagal karena Tak Tegak Lurus, IDI Membantah: Itu Pemahaman Lama

Ketua Satgas Covid-19 dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Zubairi Djoerban memberikan pernyataan soal pesan berantai vaksin Covid-19.

YouTube/Sekretariat Presiden
Momen Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat disuntikkan vaksin Covid-19, Rabu (13/1/2021) 

TRIBUNPAPUA.COM - Ketua Satgas Covid-19 dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Zubairi Djoerban memberikan pernyataan soal pesan berantai vaksin Covid-19.

Pesan itu mengatahan soal vaksinasi Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang dianggap gagal.

Dikutip dari cuitan Twitternya Senin (18/1/2021), Zubairi merunutkan jawaban atas isu yang santer berkembang tersebut.

Zubairi menuliskan, isu dimulai dari pesan seorang dokter di Cirebon yang menyatakan injeksi vaksin Sinovac seharusnya intramuskular (menembus otot) sehingga penyuntikannya harus dilakukan dengan tegak lurus (90 derajat).

Zubairi membantah hal itu.

Baca juga: Kriteria Orang-orang yang Tak Bisa Divaksin Covid-19, Cek Apakah Kamu Termasuk

"Apakah benar? Jawabannya tidak benar. Sebab, menyuntik itu tidak harus selalu tegak lurus dengan cara intramuskular. Itu pemahaman lama alias usang dan jelas sekali kepustakaannya. Bisa Anda lihat di penelitian berjudul "Mitos Injeksi Intramuskular Sudut 90 Derajat”," tulis Zubairi.

Zubairi juga menyertakan, hasil penelitian yang memperkuat pandangannya bahwa suntikan vaksinasi terhadap presiden Jokowi telah sesuai dan benar.

"Penelitian itu ditulis oleh DL Katsma dan R Katsma, yang diterbitkan di National Library of Medicine pada edisi Januari-Februari 2000. Intinya, persyaratan sudut 90 derajat untuk injeksi intramuskular itu tidak realistis," kata dia.

"Pasalnya, trigonometri menunjukkan, suntikan yang diberikan pada 72 derajat, hasilnya itu mencapai 95 persen dari kedalaman suntikan yang diberikan pada derajat 90. Artinya, apa yang dilakukan Profesor Abdul Muthalib sudah benar. Tidak diragukan," sambung Zubairi.

Baca juga: Tak Ada Perwakilan DPR Terima Vaksin Covid-19 Perdana, Komisi IX: Kalah Sama Artis

Dalam pesan berantai juga disinggung apakah ada risiko terjadi Antibody Dependent Enhancement (ADE), kondisi di mana virus mati yang ada di dalam vaksin masuk ke jaringan tubuh lain dan menyebabkan masalah kesehatan.

Halaman
12
Editor: Astini Mega Sari
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved