Breaking News:

Kapolda Papua Proses Kasus Rasis kepada Natalius Pigai, KMB: Ambroncius Rusak Citra Masyarakat Batak

Mantan Komisioner Komnas HAM Natalius Pigai mendapat ujaran bernada rasisme dari akun Facebook Ambroncius Nababan pada 12 Januari 2021.

(KOMPAS.com/KRISTIAN ERDIANTO)
Mantan komisioner Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) Natalius Pigai saat ditemui di sela diskusi di media center Badan Pemenangan Nasional (BPN) pasangan Prabowo-Sandiaga, Jalan Sriwijaya I, Jakarta Selatan, Rabu (16/1/2019). 

TRIBUNPAPUA.COM - Mantan Komisioner Komnas HAM Natalius Pigai mendapat ujaran bernada rasisme dari akun Facebook Ambroncius Nababan pada 12 Januari 2021.

Akibat unggahan bernada rasisme itu, muncul sejumlah tanggapan dari banyak pihak untuk meminta polisi segera menindak penyebar isu tersebut.

Kapolda Papua Irjen Paulus Waterpauw memastikan, polisi memproses pelaku yang mengeluarkan ujaran rasisme kepada Natalius Pigai.

"Kami sudah laporkan kasus rasisme ini ke pimpinan dan sudah dapatkan perintah untuk segera tangkap pelaku rasisme tersebut, termasuk orang-orang yang ikut memviralkan kasus itu di media sosial," kata Paulus di Jayapura, Senin (25/12/2021).

Baca juga: 5 Kabupaten di Papua Telah Terapkan Sekolah Tatap Muka, Puncak Jaya hingga Biak

Menurut dia, Ambroncius Nababan berdomisili di Jakarta sehingga proses pemanggilannya akan dilakukan Bareskrim Mabes Polri.

Ia pun meminta masyarakat tidak terprovokasi kasus tersebut agar peristiwa rasisme pada 2019 yang menyebabkan terjadinya kerusuhan di Kota Jayapura dan Kabupaten Jayawijaya tidak terulang.

“Rencananya hari ini pelaku akan diamankan dan kami berharap masalah ini tidak lagi membias," kata Paulus.

Sementara Kerukunan Masyarakat Batak (KMB) Papua dalam keterangan tertulisnya menegaskan akan melaporkan tindakan Ambroncius Nababan ke polisi.

"Perbuatan saudara Ambroncius Nababan telah merusak citra masyarakat Batak di Indonesia, khususnya di Tanah Papua. Apalagi pernyataannya bisa membuat salah paham antara suku Batak dan suku-suku lain yang ada di Tanah Papua,” kata Ketua KMB Papua, Kenan Sipayung.

Ia menegaskan, pernyataan Ambroncius Nababan di media sosial adalah pernyataan pribadi, sehingga tidak mewakili masyarakat Batak di Tanah Papua.

Halaman
12
Editor: Roifah Dzatu Azmah
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved