Breaking News:

Pengakuan Penyebar Hoaks Vaksin Covid-19 Bisa Hancurkan Rakyat, Berawal Lihat Komentar di Medsos

Di hadapan polisi, pelaku yang berinisial AG mengaku, perbuatannya itu diawali melihat komentar-komentar di medsos soal anti vaksin.

(KOMPAS.COM/HENDRA CIPTA)
Aparat kepolisian menangkap AG (30) warga Kecamatan Pontianak Selatan, Kota Pontianak, Kalimantan Barat ( Kalbar), Selasa (26/1/2021) pukul 15.30 WIB. AG ditangkap terkait kasus dugaan tindak pidana penyebaran berita bohong dan menyesatkan terkait pelaksanaan vaksinasi Covid-19. Kepada wartawan, AG mengaku, sebelum membuat unggahan, dia lebih dulu membaca komentar-komentar warganet yang menolak vaksin. 

TRIBUNPAPUA.COM - Gara-gara mengunggah hoaks soal vaksin Covid-19, seorang pegawai honorer Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) ditangkap.

Di hadapan polisi, pelaku yang berinisial AG mengaku, perbuatannya itu diawali melihat komentar-komentar di medsos soal anti vaksin.

"Saya lihat pertama di status itu banyak sekali komentar yang tidak setuju dengan vaksin, jadi saya pikir di situ bahayanya vaksin. Dan kenapa orang sehat harus divaksin," kata AG, Kamis (28/1/2021).

Baca juga: Hasil Tes Negatif Covid-19, Jenazah yang Sudah Dikubur Sepekan Dibongkar dan Dimandikan Ulang

Selain itu, dirinya lalu juga melihat video tanpa diketahui sumbernya soal seseorang yang jatuh pingsan setelah disuntik vaksin.

"Lalu, ada video yang saya tonton, saat orang itu disuntik langsung pingsan, ada yang kesakitan. Saya pikir dengan logika, vaksin itu membahayakan,” kata AG.

Terancam 6 Tahun Penjara

Menurut Wakil Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Kalbar AKBP Pratomo Satriawan, tersangka AG dijerat dengan Pasal 45A ayat (1) juncto Pasal 28 Ayat (1) Undang-Undang (UU) Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik dan atau Pasal 14 Ayat (2) UU Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana.

"Undang-undang ITE ancaman hukuman penjara 6 tahun dan KUHP ancaman hukumannya 3 tahun penjara," kara Pratomo kepada wartawan, Kamis (28/1/2021).

Baca juga: Kata Ganjar soal Wacana Lockdown Jawa untuk Tekan Kasus Covid-19: Tidak Semudah Itu

Dari penyelidikan polisi, tim penyidik masih mendalami motivasi tersangka.

"Tapi yang jelas. Kata-kata yang diunggahnya itu merupakan hasil pemikirannya sendiri, bukan kopipaste," ujar Pratom

Seperti diberitakan sebelumnya, AG yang tercatat sebagai warga Kecamatan Pontianak Selatan, Kota Pontianak, mengunggah di akun Facebook-nya pada tanggal Selasa (12/1/2021).

Dalam unggahannya itu, AG menyebut bahaya menerima vaksin Covid-19 dan bisa menghancurkan rakyat Indonesia. 

(Kompas.com/Kontributor Pontianak, Hendra Cipta)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Sebar Hoaks Vaksin Covid-19 Bisa Hancurkan Rakyat Indonesia, Pelaku: Awalnya dari Komentar di Medsos

Editor: Astini Mega Sari
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved