Breaking News:

5 Fakta Teror KKB di Papua, Datangi Rumah PNS Minta Makan hingga Tembak Warga Sipil

Aksi kelompok kriminial bersenjata ( KKB) d Intan Jaya, Papua membuat situasi mencekam, bahkan beberapa warga sipil dilaporkan terluka.

(HANDOUT/Tribunnews.com)
pesawat MAF tang dibakar di Intan Jaya 

Saat itu pelaku datang dari arah belakang rumah Ramli dan mengaku ingin menjual minyak tanah.

Korban kemudian memanggil istrinya M (26) karena pelaku meminta jeriken.

Saat istri korban hendak membalikan badan mengambil jeriken, pelaku menembak Ramli dengan senjata laras pendek lalu melarikan diri

Korban mengalami luka tembak di bawah hidung kiri tembus rahang, leher, tembus bahu kanan. Ia kemudian dievakusi ke RSUD Mimika menggunakan pesawat terbang pada Selasa (9/2/2021).

5. Sebanyak 400 warga mengungsi

Buntut penembakan warga sipil, sebanyak 400 warga Kampung Bilogai, Distrik Sugapa, Kabupaten Intan Jaya, Papua, kini mengungsi ke pastoran Gereja Katolik karena takut menjadi sasaran teror anggota KKB.

Pengungsi didominasi perempuan dan anak-anak.

Mendengar hal tersebut, Bupati Intan Jaya yang tiba di Sugapa pada Rabu (10/2/2021) langsung menemui para pengungsi yang disebut dalam kondisi ketakutan.

"Kami sudah bertemu dengan masyarakat dua desa di halaman Gereja Katolik. Dua desa ini letaknya berdekatan dengan lokasi kejadian penembakan pedagang, jadi mereka ketakutan dan tidak merasa aman ada di rumah," ujar Natalis, saat dihubungi melalui sambungan telepon.

Dipastikan mereka masih akan tetap berada di pastoran karena belum berani kembali ke rumah.

"Besok kami akan memberi bantuan bahan pokok dan memberikan pemahaman. Nanti kami lanjutkan pertemuannya di kantor bupati."

Sementara mereka masih ada di pastoran, tadi ada yang menyampaikan bahwa belum ada jaminan keamanan. Mereka takut jangan sampai ada pengejaran dan salah sasaran," kata Natalis.

(Kompas.com/ Irsul Panca Aditra, Dhias Suwandi)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "5 Fakta Teror KKB di Distrik Sugapa, Warga Sipil Ditembak hingga 400 Orang Mengungsi"

Editor: Roifah Dzatu Azmah
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved