Breaking News:

Polisi Bekuk Pelaku Kawin Tangkap yang Viral, Pengamat Budaya: Kalau Perlu Denda 10 Kerbau

Seorang pria berinisial DUD, sebagai tersangka oleh Polres Sumba Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT) dalam kasus kawin tangkap.

(KOMPAS.com/DOKUMEN POLRES SUMBA BARAT)
Kapolres Sumba Barat AKBP FX Irwan Arianto (kiri) sedang menggelar konferensi pers terkait kasus pencurian kendaraan bermotor dan sejumlah kasus lain di wilayah hukum Polres Sumba Barat, Minggu (7/2/2021). 

TRIBUNPAPUA.COM - Seorang pria berinisial DUD, sebagai tersangka oleh Polres Sumba Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT) dalam kasus kawin tangkap.

Polisi mengusut kasus kawin tangkap yang sempat viral di media sosial itu setelah menerima laporan dengan nomor LP/B/107/VIII/RES.1.5/2020/SPKT pada 2 Agustus 2020.

Kapolres Sumba Barat AKBP FX Irwan Arianto mengatakan, perbuatan DUD masuk dalam kategori tindak pidana penculikan dan perampasan kemerdekaan seseorang.

Adapun korban dalam kasus tersebut adalah perempuan berinisial MLD.

Arianto menyebutkan, kasus tersebut bermula ketika DUD bersama sepuluh rekannya mendatangi rumah kos MLD pada Jumat (6/12/2019) sekitar pukul 07.00 WITA.

Menumpang sebuah mobil pikap, DUD dan rekannya mendatangi rumah kos di Desa Wairasa, Kecamatan Umbu Ratu Nggay Barat, Kabupaten Sumba Tengah, NTT, itu.

Saat itu, DUD dan rekannya menggedor pintu kamar kos korban. MLD pun membuka pintu dan keluar dari kamar.

Kasus Kakek Koswara Digugat Anak Rp 3 M Berakhir, Deden Menangis Minta Maaf: Saya Mencintai Keluarga

Lalu, DUD justru mengajak korban agar ikut bersamanya ke rumah.

"Namun korban menolak ajakan tersebut sehingga tersangka menarik tangan korban," kata Arianto kepada Kompas.com, melalui pesan singkat, Rabu (10/2/2021).

MLD menolak dan melawan. Rekan DUD lainnya, Y, A, AJ, W, dan S, datang menghampiri.

Halaman
123
Editor: Roifah Dzatu Azmah
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved