Breaking News:

Kompolnas akan Ikut Pantau Proses Autopsi Jenazah Pendeta Yeremia

Ketua Harian Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) Benny Mamoto menyatakan, pihaknya akan memantau penanganan autopsi jenazah Pendeta Yeremia.

(Jubi/dokumen)
Pendeta Yeremia tewas ditembak pada Sabtu, 19 September 2020 di Kabupaten Intan Jaya, Papua. 

TRIBUNPAPUA.COM - Polda Papua dan Polres Intan Jaya saat ini tengah menyiapkan autopsi jenazah Pendeta Yeremia Zanambani, tokoh agama Intan Jaya, Papua, yang tewas tertembak di Distrik Hitadipa.

Terkait hal itu, Ketua Harian Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) Benny Mamoto menyatakan, pihaknya akan memantau penanganan autopsi.

"Saya selaku Ketua Harian Kompolnas memantau terus penanganan kasus tersebut. Pihak Polda Papua dan Polres Intan Jaya sedang mempersiapkan pelaksanaan autopsi yang diharapkan oleh keluarga dapat dilaksanakan di lokasi Hitadipa," kata Benny saat dihubungi, Senin (15/2/2021).

Ia menjamin autopsi jenazah akan dilakukan sesuai dengan syarat-syarat yang diberikan keluarga Yeremia.

Baca juga: Jika Terlibat Kasus Penembakan Pendeta Yeremia, TNI AD Bakal Proses Hukum Prajuritnya

Selain harus dilakukan di Hitadipa, syarat lain yang diminta keluarga yaitu, autopsi dilakukan secara adil dan transparan dengan pengamatan keluarga korban, kuasa hukum korban dan saksi, serta sejumlah lembaga independen.

Adapun lembaga independen yang dimaksud, yakni Komnas HAM, Koalisi Penegakan Hukum dan HAM Papua, Amnesty International Indonesia, DPRD Kabupaten Intan Jaya, dan Persekutuan Gereja-Gereja Indonesia (PGI).

"Autopsi dilakukan oleh dokter independen, sesuai permintaan keluarga," tutur Benny.

"Persyaratan ini sama dengan permintaan saat memberikan izin autopsi kepada pihak Polres Intan Jaya, ketika TGPF datang di Sugapa, Intan Jaya," kata dia.

Baca juga: Kasus Penembakan Pendeta Yeremia di Papua, Keluarga Tuntut Pelaku Diadili di Pengadilan HAM

Diberitakan, keluarga Pendeta Yeremia menyetujui autopsi dilakukan terhadap jenazah korban dengan sejumlah syarat.

Anggota tim kuasa hukum keluarga Pendeta Yeremia, Yohanis Mambrasar, mengatakan surat pernyataan pihak keluarga yang menyetujui dilakukannya autopsi telah diserahkan secara langsung kepada penyidik dan diterima oleh Kasat Reskrim Polres Intan Jaya, di Kota Nabire, pada 12 Februari 2021.

Halaman
12
Editor: Astini Mega Sari
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved