Breaking News:

Situasi Keamanan Belum Kondusif, Warga Intan Jaya Tak Bisa Berkebun dan Terancam Kelaparan

Wabup Intan Jaya menyebut, saat ini banyak warganya yang tinggal di perkampungan tak bisa berkebun karena gejolak keamanan, mereka terancam kelaparan.

(Istimewa)
Warga dari Kampung Mamba, Distrik Sugapa, hendak mengungsi ke Kompleks Pastoran Gereja Katolik Santo Mikael Bilogai, Intan Jaya, Papua, Senin (15/2/2021) 

TRIBUNPAPUA.COM - Wakil Bupati Intan Jaya, Yan Kobogoyau menyebut, saat ini banyak warganya yang tinggal di perkampungan tidak bisa berkebun karena situasi keamanan tidak kondusif.

Sementara sebagian besar masyarakat di lokasi tersebut menggantungkan hidupnya pada hasil perkebunan sehingga saat ini mereka terancam kelaparan.

"Sementara masyarakat yang ada di desa dan kampung tidak bisa berkebun karena gangguan keamanan, sebenarnya masyarakat gunung takut dengan hal ini, itulah sebabnya timbul bencana kelaparan," ujar Yan, usai melakukan pertemuan dengan Wakil Gubernur Papua, Klemen Tinal, di Jayapura, Selasa (23/2/2021).

Karenanya, ia berinisiatif melaporkan hal tersebut ke Pemerintah Provinsi Papua agar warganya tidak sampai mengalami kelaparan.

Baca juga: Pengungsi di Intan Jaya di Tengah Konflik Bersenjata, Menangis saat Ritual Rabu Abu hingga Ketakutan

Wakil Bupati Intan Jaya, Yan Kobogoyau (kanan) bersama Wakil Gubernur Papua, Klemen Tinal, sedang memberikan keterangan kepada awak media di Jayapura, Papua, Selasa (23/2/2021)
Wakil Bupati Intan Jaya, Yan Kobogoyau (kanan) bersama Wakil Gubernur Papua, Klemen Tinal, sedang memberikan keterangan kepada awak media di Jayapura, Papua, Selasa (23/2/2021) ((KOMPAS.COM/DHIAS SUWANDI))

Yan mengungkapkan, sudah ada warganya yang memilih mengungsi ke Kabupaten Nabire dan Mimika.

Selain 600 warga yang saat ini mengungsi di Kompleks Pastoran Gereja Katolik Santo Mikael Bilogai, Distrik Sugapa, ia mengaku belum memiliki data untuk jumlah pengungsi lainnya.

"Kami belum pasti (datanya) tapi dari pihak gereja sudah melaporkan yang di Nabire, kalau 600 pengungsi itu di Sugapa," kata dia.

Menurut dia, total ada 10 titik pengungsian warga yang berada di Nabire dan Mimika.

Pendataan dipastikan Yan akan segera dimulai karena saat ini sudah ada tim dari Dinas Sosial Provinsi Papua yang berada di Nabire.

Wakil Gubernur Papua, Klemen Tinal, memastikan Pemprov Papua bersama Pemkab Intan Jaya akan segera menyusun strategi untuk memulihkan situasi keamanan di Intan Jaya.

Baca juga: Situasi di Intan Jaya Mencekam karena Teror KKB, Polisi Tetapkan Siaga 1

Halaman
12
Editor: Astini Mega Sari
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved