Breaking News:

Nasib 2 Polisi dan 1 Prajurit TNI yang Jual Amunisi ke Tangan KKB, Komandan TNI: Hukumannya Dipecat

2 oknum polisi terlibat dalam bisnis penjualan senjata kepada warga sipil yang juga terkait dengan KKB.

(KOMPAS.COM/RAHMAT RAHMAN PATTY)
Kapolresta Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease Kombes Pol Leo Surya Nugraha Simatupang didampingi Kabid Humas Polda Maluku, Kombes Pol Muhamad Roem Ohoirat, Kabid Propam Polda Maluku, Kombes Pol, Muhamad Syaripudin, Danpomdam XVI Pattimura, Kolonel Cpm Paul Jhohanes Pelupessy saat memberikan keterangan pers kepada wartawan di Kantor Polresta Pulau Ambon, Selasa (23/2/2021) 

TRIBUNPAPUA.COM - Kapolresta Pulau Ambon dan Pulau-pulau Lease, Kombes Pol Leo Surya Nugraha Simatupang mengungkapkan penyesalannya atas kasus penjualan senjata api yang melibatkan dua anggotanya. 

Diketahui dua anggota Polres Pulau Ambon berinisial SHP dan MRA terlibat dalam bisnis penjualan senjata kepada warga sipil yang juga terkait dengan kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Papua.

Keduanya kini telah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan di sel tahanan Mapolresta Pulau Ambon. 

"Jadi teman-teman, Bapak Kapolda dan kami sebagai kapolres sangat menyesalkan dengan apa yang terjadi saat ini," kata Leo kepada wartawan di Mapolres Ambon, Selasa (23/2/2021). 

Baca juga: Diam-diam Kumpulkan Amunisi saat Latihan Menembak, Oknum TNI Ini Jual hingga ke Tangan KKB

Atas kesalahan yang dibuat kedua anggotanya itu, Leo mengaku sesuai petunjuk pimpinan maka penanganan kasus tersebut akan dilakukan dengan sebaik-baiknya. 

Kedua oknum yang terlibat terancam dipecat dari kepolisian. Keduanya juga terancam  mendapat hukuman yang berat yaitu hukuman mati atau penjara seumur hidup. 

"Oleh karena itu, tentu sesuai petunjuk pimpinan dan sudah sesuai dengan aturan yang ada di Polri, setiap anggota yang melakukan pelanggaran apalagi ini merupakan kasus yang cukup berat, sanksi yang seberat-berat akan diberikan," tegasnya. 

Senada dengan Leo, Komandan Detasemen Polisi Militer Kodam XVI Pattimura, Kolonel Cpm Paul Jhohanes Pelupessy juga ikut menyesalkan adanya anggota TNI terlibat dalam kasus tersebut. 

"Kita juga sangat menyesalkan masih ada prajurit yang seperti ini," ujarnya.

Baca juga: Kodam Pattimura Ungkap Cara Praka MS Bisa Dapat Ratusan Amunisi untuk Dijual hingga ke Tangan KKB

Paul menambahkan terkait kasus itu, pimpinan TNI AD juga telah memberikan perhatiannya secara khusus sehingga yang bersangkutan akan dihukum dengan berat sesuai ketentuan undang-undang yang berlalu. 

Halaman
12
Editor: Roifah Dzatu Azmah
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved