Breaking News:

Pemkot Jayapura Tertibkan Ratusan Pedagang di Bekas Pasar Youtefa

Pemerintah Kota Jayapura menertibkan sekitar 150 pedagang di bekas Pasar Youtefa ke Pasar Youtefa yang baru.

(Humas Pemkot Jayapura)
Suasana Petugas menertibkan pedagang di eks pasar Youtefa Jayapura 

TRIBUNPAPUA.COM - Pemerintah Kota Jayapura menertibkan sekitar 150 pedagang di bekas Pasar Youtefa lama ke Pasar Youtefa yang baru.

"Sebenarnya, hari ini petugas Satpol PP Kota Jayapura, Disperindakop dan UKM Kota Jayapura, menertibkan tempat jualan di Pasar Youtefa lama yang sudah dibongkar pada Desember 2020, tetapi para pedagang masih kembali berjualan lagi di tempat lamanya," kata Wakil Wali Kota Jayapura, Rustan Saru kepada Tribunpapua.com, Kamis (25/2/2021).

Rustan berharap, petugas tetap melakukan pendekatan secara persuasif terhadap para pedagang.

Jika tak berhasil, Rustan menyebutkan, pihaknya terpaksa mengambil tindakan tegas.

Baca juga: 5 Orang di Kabupaten Nabire Ditangkap Polisi, Diduga Jual Senjata ke KKB di Papua

"Saya kira Disperindakop sudah disurati dan disampaikan tetapi masih ada pedagang yang belum pindah," ujarnya.

Menurutnya ada beberapa pedagang yang memang belum pindah.

Ada pula pedagang yang sudah pindah ke Pasar Youtefa baru tetapi kembali berjualan di Pasar Youtefa lama.

Sehingga beberapa pedagang lain yang sudah pindah ke Pasar Youtefa baru mengeluhkan hal tersebut.

"Mama-mama Papua yang masih berjualan di ruas jalan pasar lama Youtefa, kami minta supaya pindah ke Pasar Youtefa yang baru," kata Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi (Disperindakop), dan UKM Kota Jayapura, Robert L. N. Awi.

Baca juga: Danrem 172/PWY Siap Kawal Perbaikan Jalan Jayapura-Wamena, Siapkan 16 Pos Pengamanan

Robert berharap semua pedagang yang ditertibkan hari ini bisa pindah ke Pasar Youtefa yang baru dan tidak lagi berjualan di Pasar Youtefa lama.

Sedangkan untuk pasar pagi, tambah dia, pihaknya telah menertibkan beberapa lapak pedagang dan memasang papan imbauan, agar ruas jalan tersebut steril dan tidak lagi digunakan oleh para pedagang untuk berjualan.

(Kontributor TribunPapua.com/Musa Abubar)

Penulis: Musa Abubar
Editor: Astini Mega Sari
Sumber: Tribun Papua
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved